Masyarakat Diimbau Atur Pola Konsumsi, Saat Harga Pangan Merangkak Naik

JAKARTA, investor.id – Awal Ramadan 2025, masyarakat kembali berhadapan dengan melonjaknya harga pangan. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit yang melonjak hingga Rp 150 ribu per kilogram.
Peneliti ekonomi Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyarankan kepada masyarakat untuk mengatur pola konsumsi. Edukasi kepada masyarakat mengenai pola konsumsi yang bijak dapat mengurangi tekanan permintaan yang berlebihan.
Diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga pangan di bulan Ramadan, salah satunya adalah tingginya permintaan. Mengatur pola konsumsi dinilai dapat membantu menekan lonjakan harga pangan.
“Mengatur pola konsumsi dengan membeli kebutuhan secukupnya dan menghindari panic buying dapat membantu menekan lonjakan permintaan,” ujar Yusuf Rendy Manilet kepada Beritasatu, Minggu (2/3/2025).
Masyarakat juga dapat berkolaborasi dalam komunitas. Yusuf memberi contoh seperti membentuk kelompok belanja bersama atau koperasi pangan.
“Ini memungkinkan masyarakat memperoleh harga yang lebih stabil melalui pembelian langsung dari petani atau distributor utama,” jelasnya.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap aman, harga stabil dan tidak ada komoditas yang dijual melebihi harga eceran tertinggi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke dua lokasi pasar di Jakarta, Sabtu (1/3/2025).
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas, apabila menemukan indikasi spekulasi harga. Pemerintah tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV