Senin, 24 Maret 2025

Masyarakat Diimbau Atur Pola Konsumsi, Saat Harga Pangan Merangkak Naik

Penulis : Maria Gabrielle Putrinda
2 Mar 2025 | 18:59 WIB
BAGIKAN
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

JAKARTA, investor.id – Awal Ramadan 2025, masyarakat kembali berhadapan dengan melonjaknya harga pangan. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit yang melonjak hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Peneliti ekonomi Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyarankan kepada masyarakat untuk mengatur pola konsumsi. Edukasi kepada masyarakat mengenai pola konsumsi yang bijak dapat mengurangi tekanan permintaan yang berlebihan.

Diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga pangan di bulan Ramadan, salah satunya adalah tingginya permintaan. Mengatur pola konsumsi dinilai dapat membantu menekan lonjakan harga pangan.

Advertisement

“Mengatur pola konsumsi dengan membeli kebutuhan secukupnya dan menghindari panic buying dapat membantu menekan lonjakan permintaan,” ujar Yusuf Rendy Manilet kepada Beritasatu, Minggu (2/3/2025).

Masyarakat juga dapat berkolaborasi dalam komunitas. Yusuf memberi contoh seperti membentuk kelompok belanja bersama atau koperasi pangan.

“Ini memungkinkan masyarakat memperoleh harga yang lebih stabil melalui pembelian langsung dari petani atau distributor utama,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap aman, harga stabil dan tidak ada komoditas yang dijual melebihi harga eceran tertinggi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke dua lokasi pasar di Jakarta, Sabtu (1/3/2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas, apabila menemukan indikasi spekulasi harga. Pemerintah tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 8 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 30 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 59 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia