Senin, 24 Maret 2025

Pasar Murah Food Station Hadirkan Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar

Penulis : Thomas E. Harefa
15 Mar 2025 | 16:16 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso (kanan) sedang melayani konsumen di Pasar Murah di Kelurahan Kampung Rambutan, Jumat (14/3/2025).
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso (kanan) sedang melayani konsumen di Pasar Murah di Kelurahan Kampung Rambutan, Jumat (14/3/2025).

JAKARTA, investor.id – BUMD Pangan DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menggelar pasar murah di 12 titik kelurahan setiap hari selama Ramadan 1446 H/2025 M. Program ini untuk memastikan warga Jakarta mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal ini dibuktikan saat Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) Karyawan Gunarso meninjau langsung operasional pelaksanaan Pasar Murah di Kantor Kelurahan Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat (14/3/2025).

“Kunjungan ini untuk menyaksikan langsung dari dekat bagaimana animo masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah, sekaligus juga melakukan evaluasi agar kegiatan ini lebih baik lagi ke depan,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/3/2025).

Advertisement

Terlihat ikut melayani pembeli, Gunarso mengatakan, selama bulan puasa sampai dengan Lebaran, pelaksanaan pasar murah akan menjangkau hingga 240 titik strategis.

“Jika berjalan sesuai rencana, hingga mendekati Lebaran kami akan menjangkau 240 titik yang tersebar di Jakarta. Melalui peninjauan langsung ini saya ingin memastikan langsung harga berbagai komoditas yang dijual di pasar murah benar-benar terjangkau dan lebih murah dari yang berlaku di pasar,” jelas dia.

Food Station menjual cabai merah keriting dan cabai rawit merah Rp 10.000 per 200 gram, sementara harga pasar Rp 11.500, bawang putih dijual Rp 7.500 per 200 gram. Minyakita ukuran 1 liter di jual Rp 15.500, sementara harga jual di pasar dan sejumlah warung kelontong lebih mahal. Gula 1 kg Rp 17.500 per kg dan telur dijual Rp 27.000 per tray (satu tray berisi 15 butir).

Adapun khusus beras ukuran 5 kg, Food Station menjual dengan harga Rp 72.500, lebih murah karena biasanya di sejumlah ritel modern harga beras yang ukurannya sama masih dijual dengan harga Rp 74.500.

“Selain itu, dalam kegiatan pasar murah ini kami juga menjual terigu ukuran 1 kg dan bawang merah per 200 gram masing-masing dijual dengan harga Rp 10.000. Prinsipnya, semua komoditas yang dijual di Pasar Murah lebih murah dari harga pasar. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H,” jelas Gunarso.

Sejumlah konsumen yang umumnya kalangan ibu-ibu rumah tangga yang tinggal dekat dengan lokasi kelurahan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan Pasar Murah di Kelurahan pada Bulan Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri ini.

“Saya merasa senang dan terbantu dengan kegiatan Pasar Murah ini, karena berbagai komoditi yang dijual lebih murah dibandingkan pasaran dan warung terdekat lokasi tempat tinggal kita. Semoga bisa lebih sering diadakan” ujar Rini ibu rumah tangga yang ditemui usai berbelanja berbagai kebutuhan seperti beras, Minyakita, telur, dan tepung terigu.

Gunarso juga mengatakan, keberadaan program ketahanan pangan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti pangan murah bersubsidi dan kegiatan pasar murah ini, berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama saat Bulan Suci Ramadan hingga Lebaran.

Dia menjelaskan, selain memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, program ini juga membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga di pasaran.

“Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok, sehingga tekanan terhadap harga di pasar dapat berkurang,” ungkap dia.

Gunarso memastikan stok beras di Jakarta dalam kondisi aman. PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) saat ini memiliki kapasitas gudang yang mampu menampung hingga 25 ribu ton beras, dengan kapasitas produksi mencapai 20 ribu ton.

Diharapkan, dengan jumlah tersebut pasokan beras tetap stabil dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta selama Ramadan hingga Lebaran.

“Melalui berbagai langkah strategis ini, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan di Jakarta. Dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang semakin luas, diharapkan masyarakat Jakarta dapat menjalani Bulan Suci Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran akan ketersediaan bahan pangan pokok,” jelas dia.

Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 46 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia