Harga Cabai Diperkirakan Normal pada Minggu Kedua Maret, setelah Pasokan Pulih

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan, memasuki bulan Ramadan, kondisi cabai saat ini terkendala faktor cuaca alias hujan sehingga pasokan ke pasar tersendat.
Menurut Champion Cabai Indonesia, sebutan bagi pelaku usaha cabai di beberapa sentra produksi mulai dari Magelang, Sleman hingga Kebumen, kemungkinan di minggu kedua dan ketiga Maret pasokan cabai baru bisa kembali normal.
“Kita semua menjaga harga baik di hulu maupun di hilir. Perintahnya Bapak Presiden itu tidak boleh petani peternak merugi, tapi masyarakat luas juga diberi harga yang baik,” ujar Arief Prasetyo Adi dalam siaran pers Bapanas, Sabtu (1/3/2025).
Menilik data panel harga pangan di Bapanas, per 27 Februari 2025, harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional menyentuh Rp 82.499 per kilogram (kg). Sementara proyeksi kebutuhan konsumsi nasional dalam sebulan untuk cabai rawit akan mengalami peningkatan 13,52% atau menjadi sekitar 85,2 ribu ton di Ramadan atau Maret 2025.
"Untuk itu, adanya Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) itu sangat penting, sehingga Bapak Prabowo juga mungkin dalam waktu dekat akan memerintahkan cold storage di kota-kota besar untuk dapat menyimpan CPP. Misalnya daging itu bisa dalam frozen condition. Nanti itu bisa dipakai untuk melakukan intervensi kalau ada fluktuasi harga," ucap dia.
Arief juga menekankan pentingnya produksi pangan dalam negeri. Terlebih hal itu telah menjadi instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam bagaimana menjaga harga di tingkat petani/peternak, namun tetap menjaga stabilitas harga baik di tingkat konsumen.
"Kita mesti bersyukur. Negara tetangga kita hari ini susah. Contohnya beras hari ini di Malaysia krisis. Tapi Indonesia, kita punya cadangan beras sampai 1,9 juta ton. Jadi pemerintah bisa leluasa intervensi," tandasnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV