Senin, 24 Maret 2025

KPK Sita Rumah Senilai Rp 1,5 Miliar terkait Kasus Korupsi di Pemprov Bengkulu

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
18 Mar 2025 | 14:03 WIB
BAGIKAN
Juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Juru bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah rumah di Yogyakarta senilai Rp 1,5 miliar. Aset ini diduga terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang menjerat mantan Gubernur Rohidin Mersyah (RM).

KPK pun mendalami proses pembelian rumah tersebut saat memeriksa tiga saksi di Polresta Sleman, Senin (17/3/2025). 

Ketiga saksi yang diperiksa yakni staf Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman; Notaris/PPAT, Swandari Handayani (SH); dan wiraswasta, Naidatin Nida (NN). KPK menduga rumah tersebut dibeli memakai uang terkait kasus yang tengah diusut.

Advertisement

"Penyidik mendalami dugaan pembelian satu bidang rumah oleh tersangka yang berlokasi di Provinsi Yogyakarta, di mana sumber dananya berasal dari dugaan hasil pemerasan dan penerimaan gratifikasi oleh tersangka," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, dikutip Selasa (18/3/2025).

"Penyidik juga telah melakukan penyitaan atas satu bidang rumah tersebut. Bidang rumah tersebut diduga bernilai kurang lebih sebesar Rp 1,5 miliar," sambungnya. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut yaitu Rohidin Mersyah (RM); Sekda Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri (IF); dan adc Gubernur Bengkulu, Evriansyah (EV) alias AC.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Pemprov Bengkulu berdasarkan hasil ekspose atau gelar perkara oleh KPK.

Rohidin diduga memeras para kepala dinas serta pejabat pada lingkungan Pemprov Bengkulu demi modal kampanye Pilkada 2024. 

Saat OTT di Bengkulu, tim satgas KPK juga menyita uang tunai Rp 7 miliar berupa pecahan rupiah serta mata uang asing. Diduga uang dimaksud untuk modal kampanye Rohidin yang ikut Pilkada Bengkulu 2024.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 14 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 35 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia