Senin, 24 Maret 2025

Ekonom: Defisit APBN pada Februari 2025 Jadi Warning Bagi Pemerintah

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Mar 2025 | 18:48 WIB
BAGIKAN
Pejabat pemerintah melihat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/12/2024). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Pejabat pemerintah melihat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/12/2024). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

JAKARTA, investor.id – Kabar kurang menggembirakan datang dari kondisi fiskal di awal tahun 2025, lantaran APBN langsung defisit pada dua bulan pertama. Sebelumnya, defisit di awal tahun terjadi pada tahun 2021.

“Pada dua bulan pertama di tahun 2022, 2023, dan 2024 justru mengalami surplus. Hanya defisit pada saat pandemi 2020 dan 2021. Dengan kata lain, kondisi defisit pada saat baru dua bulan jelas bukan pertanda baik bagi kondisi fiskal,” ucap Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky pada Minggu (16/3/2025).

Awalil mengatakan, kondisi defisit ini disebabkan oleh kondisi pendapatan negara yang jeblok hingga 20,85% pada akhir Februari 2025. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp 31,2 triliun per 28 Februari 2025 atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Advertisement

Dalam setahun penuh, pemerintah menargetkan defisit APBN 2025 sebesar Rp 616,2 triliun atau 2,53% dari PDB. Sementara dalam dua bulan pertama, defisit ini terjadi karena pendapatan negara yang mencapai Rp 316,9 triliun dan belanja negara sebesar Rp 348,1 triliun.

Pendapatan negara menurun hingga Rp 83,46 triliun atau 20,85% dari periode akhir Februari 2024 yang senilai Rp 400,36 triliun. Jika dirinci penerimaan negara terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 240,4 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 76,4 triliun.

“Ini menjadi peringatan kondisi setahunnya akan cukup berat. Dengan demikian, upaya mencegah defisit tidak melebar akan lebih mengandalkan pengendalian belanja,” terang Awalil.

Menurut dia, kebijakan efisiensi anggaran, terutama berupa pemotongan belanja, sebenarnya cukup tepat jika melihat kondisi fiskal tersebut. Hanya saja, sejauh ini masih terdapat kesimpangsiuran informasi tentang apakah hasil efisiensi akan direalokasi seluruhnya atau hanya sebagiannya ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan beberapa prioritas lainnya.

“Besaran alokasi baru sendiri belum ditetapkan secara resmi atau bahkan tidak diketahui apakah akan ada APBN Perubahan 2025. Jika postur tidak berubah, hanya realokasi, maka bisa dipastikan defisit akan melebar. Tidak tertutup kemungkinan mendekati batas 3% dari PDB,” demikian jelas Awalil.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 50 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia