Airlangga dan Luhut Singgung Situasi Pasar Modal hingga Defisit APBN

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melangsungkan pertemuan pada Selasa (12/3/2025) di Kantor Kemenko Perekonomian. Beberapa hal mengenai iklim investasi dibahas dalam pertemuan itu, tak terkecuali sektor pasar modal.
Airlangga menyampaikan, ke depan pemerintah akan terus mendorong pencapaian target investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Seperti yang diketahui, Indonesia menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 13.030 triliun pada periode 2024-2029.
Di samping itu, Airlangga turut menyinggung upaya mengembalikan fundamental pasar modal RI, termasuk sejumlah kebijakan penguatan kinerja perdagangan dan ketahanan APBN.
Baca Juga:
Sinergi Antar Pelaku Pasar Modal“Kita juga perlu perhatikan terkait dengan capital market (pasar modal) yang kita harus kembalikan bahwa fundamental terkait dengan fiskal tetap kita jaga, terkait dengan current account deficit dan juga budget deficit tetap kita jaga sesuai dengan apa yang diarahkan dan disampaikan dalam APBN,” ungkap Menko Airlangga.
Dia menyatakan, kendati diliputi dengan berbagai ketidakpastian kondisi global, perekonomian nasional masih menunjukkan fundamental yang terjaga dengan tingkat inflasi terkendali, hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan PMI Manufaktur yang optimis.
Untuk dapat tetap menjaga stabilitas kondisi perekonomian nasional, koordinasi antar entitas Pemerintah terus dilakukan untuk mendorong perekonomian nasional, salah satunya yang dilakukan antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati bahwa untuk mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% sesuai dengan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah hal akan didorong mulai dari percepatan penyelesaian dan implementasi kerangka kerja sama internasional seperti OECD, IEU CEPA, CP-TPP, Indonesia-Kanada maupun FTA dalam lingkup regional, peningkatan investasi yang dibarengi dengan Percepatan sectoral reform, hingga pengurangan inkonsistensi peraturan serta adanya desk bagi negara lain dalam melakukan aduan dalam permasalahan investasi di Indonesia.
Menko Airlangga turut merespons lembaga rating yang memproyeksikan rasio utang Pemerintah Indonesia menjadi 40,4% terhadap PDB pada tahun 2025, dengan defisit fiskal meningkat ke 2,5%.
Menurut dia, saat ini angka tersebut masih berada dalam range aman di bawah 3% dan 40%, dimana batas yang diatur terkait rasio utang Pemerintah terhadap PDB sendiri yakni sebesar 60%. Meski demikian, Pemerintah akan tetap berkomitmen untuk terus menjaga tingkat rasio utang berada di bawah 40%.
Sementara Ketua DEN, Luhut menuturkan bahwa pemerintah ingin meningkatkan penciptaan lapangan kerja, salah satunya dengan mendorong industri padat karya. Untuk itu diharapkan berbagai peraturan terkait dengan investasi agar mampu mengakomodir kemudahan bagi investor.
“Kami tadi bicara dengan Pak Airlangga, dengan keadaan global yang begini, peraturan-peraturan yang kita anggap menghambat masuknya investasi ke Indonesia itu kita akan usulkan kepada Presiden untuk di-take out. Jadi nanti ada tim yang akan bekerja,” ujar Ketua DEN Luhut.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV