Adik Prabowo Buka-Bukaan Maksud Tambah Anggaran Rp 100 Triliun ke Program MBG

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menambah anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak Rp 100 triliun. Dengan tambahan anggaran itu, diproyeksikan nantinya bisa memicu pertumbuhan ekonomi sebesar 2%.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo saat mengisi Indonesia Economic Summit (IES) 2025. Dia menyebut dari nilai sebelumnya, Presiden Prabowo menambah mencapai Rp 100 triliun.
“Ketika Prabowo menjadi presiden pada tanggal 20 Oktober, anggaran untuk makan gratis adalah Rp 71 triliun, yaitu sekitar US$ 4 miliar. Dalam dua minggu terakhir, dia telah menambahkan Rp 100 triliun lagi, yaitu sekitar US$ 6 miliar,” kata Hashim di Hotel Shangrila, Rabu (19/2/2025).
Hashim yang juga adik kandung Prabowo ini menyebut, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) memperkirakan pada bulan Oktober lalu dengan belanja program makan bergizi gratis sebesar Rp 71 triliun, akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,83%.
“Dengan tambahan Rp 100 triliun, prognosisnya adalah pertumbuhan tambahan sebesar 2%,” beber dia.
Hashim juga menjelaskan bahwa penambahan pertumbuhan ekonomi itu bisa terjadi lantaran pengeluaran MBG berputar di daerah. Terlebih, sasaran program MBG ke depannya adalah sebanyak 82 juta orang apalagi anggaran akan dibelanjakan untuk berbagai bahan makanan.
“Dengan 82 juta orang harus diberi makan setiap hari. Kita membutuhkan 82 juta telur setiap hari. Kita membutuhkan 82 juta steak ayam, sayap ayam setiap hari. Kita akan membutuhkan sayuran setiap hari. Kita akan membutuhkan beras setiap hari. Kami membutuhkan tahu, tempe setiap hari,” kata Hashim.

Dia pun menilai bahwa program ini jadi perangsang dan stimulus yang sangat besar bagi perekonomian nasional.
“Dan kami memperkirakan hanya dengan sebagian program saja, Rp 171 triliun. Itu sudah merupakan tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 2%. Itu hanya aritmatika dasar, matematika dasar,” pungkas Hashim.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV