Senin, 24 Maret 2025

GE Healthcare dan BNI Perkuat Dukungan Finansial untuk Transformasi Teknologi di Kesehatan

Penulis : Mardiana Makmun
22 Mar 2025 | 22:27 WIB
BAGIKAN
Perwakilan GE Healthcare Financial Service dan BNI berfoto bersama usai memperkenalkan GE HealthCare Financial Services (HFS) untuk membantu fasilitas kesehatan, baik publik maupun swasta di Indonesia.
Perwakilan GE Healthcare Financial Service dan BNI berfoto bersama usai memperkenalkan GE HealthCare Financial Services (HFS) untuk membantu fasilitas kesehatan, baik publik maupun swasta di Indonesia.

JAKARTA, investor.id – GE Healthcare dan BNI perkuat dukungan finansial untuk transformasi teknologi di kesehatan. Hal ini untuk mengurangi kesenjangan akses terhadap teknologi kesehatan yang memadai dan inovatif di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk keterbatasan sumber daya, infrastruktur pendukung, serta tenaga medis yang terlatih, terutama di daerah terpencil .

“Sebagai mitra terpercaya di industri kesehatan, GE HealthCare Indonesia memperkenalkan GE HealthCare Financial Services (HFS) untuk membantu fasilitas kesehatan, baik publik maupun swasta, dalam mengakses teknologi medis mutakhir dan mengelola arus kas secara lebih efektif. Untuk memperkuat dukungan finansial ini, GE HealthCare bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui solusi BNIdirect Supply Chain, yang memberikan akses pendanaan lebih mudah dan terstruktur bagi mitra dan vendor sektor kesehatan,” kata CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo.

SEVP Corporate Banking BNI, Pancaran Affendi, menyebutkan “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis BNI dalam mendukung pengembangan sektor kesehatan nasional. Melalui BNIdirect Supply Chain ini memungkinkan mitra dan vendor GEHC untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah dan terstruktur, sehingga dapat mempercepat implementasi teknologi kesehatan canggih di Indonesia.”

Advertisement

Untuk diketahui, penguatan infrastruktur teknologi kesehatan menjadi faktor krusial dalam meningkatkan kualitas layanan medis di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, masih terdapat kesenjangan dalam akses terhadap teknologi kesehatan yang memadai dan inovatif di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk keterbatasan sumber daya, infrastruktur pendukung, serta tenaga medis yang terlatih, terutama di daerah terpencil . Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi teknologi dalam sektor kesehatan masih membutuhkan dukungan yang signifikan, baik dalam bentuk teknologi medis maupun pembiayaan.

Dengan pengalaman lebih dari 45 tahun dalam solusi pembiayaan kesehatan, GE HealthCare Financial Services setiap tahunnya membiayai aset kesehatan senilai sekitar USD 2 miliar di seluruh dunia. Layanan ini telah hadir di lebih dari 20 negara dan mendukung pelanggan di lebih dari 50 negara, menawarkan berbagai solusi finansial, termasuk leasing, pinjaman, kemitraan publik-swasta, dan investasi berbasis risiko.

VP Healthcare Financial Service GE HealthCare Indonesia, Indah Wibawa, menambahkan “Kami menyediakan berbagai skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan, dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi finansial dan operasional di sektor kesehatan. Melalui GE HealthCare Financial Services, kami membantu fasilitas kesehatan, memperoleh teknologi medis mutakhir dan mengelola arus kas mereka dengan lebih efektif.”

Lebih lanjut, Kriswanto berharap, kolaborasi ini menunjukkan komitmen GE HealthCare dan BNI untuk mendukung transformasi teknologi dalam layanan kesehatan. “Kami berkomitmen terus menghadirkan inovasi dalam pembiayaan, membantu fasilitas kesehatan di Indonesia dengan mempercepat penggunaan  teknologi medis guna meningkatkan kualitas layanan bagi pasien,” tutup Kriswanto.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 35 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 59 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia