Senin, 24 Maret 2025

Hari Perempuan Internasional, Perempuan Masih Kekurangan Nutrisi

Penulis : Mardiana Makmun
15 Mar 2025 | 22:22 WIB
BAGIKAN
Peringatan Hari Perempuan Internasional bertema Perempuan Sehat dan Berdaya, Menuju Kesetaraan Global yang digelar Farid Nila Moeloek (FNM) Society bersama United Nations Population Fund (UNFPA) dan Takeda, di Jakarta
Peringatan Hari Perempuan Internasional bertema Perempuan Sehat dan Berdaya, Menuju Kesetaraan Global yang digelar Farid Nila Moeloek (FNM) Society bersama United Nations Population Fund (UNFPA) dan Takeda, di Jakarta

JAKARTA, investor.id – Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret. Mirisnya, perempuan, khususnya di Indonesia masih kekurangan nutrisi, terutama ibu hamil. Kondisi ini berbahaya karena dapat menciptakan generasi stunting.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr Maria Endang Sumiwi, MPH. mengatakan, ada dua goals SDGs (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), yaitu kesehatan dan kesetaraan gender.

“Goals-nya, perempuan sehat fisik, sehat jiwa, dan sehat sosial. Kita lihat, semakin tinggi akses perempuan pada haknya, termasuk kesehatan, semakin sehat perempuan. Sayangnya, perempuan masih mengalami kekurangan nutrisi, terutama ibu hamil,” kata dr Maria Endang pada peringatan Hari Perempuan Internasional 2025, bertema ‘Perempuan Sehat dan Berdaya, Menuju Kesetaraan Global’ yang digelar Farid Nila Moeloek (FNM) Society bersama United Nations Population Fund (UNFPA) dan didukung Takeda, di Jakarta.

dr Maria memaparkan, kejadian anemia pada ibu hamil masih tinggi. “Saat ini anemia pada ibu hamil mencapai 27,7%, 5 tahun lalu bahkan 48%. Harusnya gak boleh lebih dari 20%,” tegas dr Maria.

Advertisement

Anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Sumber zat besi bisa didapat dari daging merah, hati, ikan, sayuran hijau seperti bayam, dan kacang-kacangan. Pada ibu hamil, anemia dapat melahirkan generasi stunting dengan kemampuan kognitif rendah.

Salah satu faktor anemia, kata dr Maria adalah angka pernikahan usia muda. “Ada 34% perempuan berstatus menikah yang menikah di usia di bawah 18 tahun,” ungkap dr Maria. A

Mirisnya, ada 7% perempuan berusia 15-19 tahun sudah menjadi ibu. Angka kematian ibu (AKI) juga tinggi, 17 ribu kematian ibu per tahun dan Angka Kematian Bayi 104 ribu. Angka kematian ini bisa diturunkan dengan meningkatkan akses ke kesehatan reproduksi.

Selain kekurangan nutrisi, perempuan Indonesia juga berisiko tertular penyakit infeksi, seperti HIV. “Banyak perempuan tertular HIV dari suaminya,” kata dr Maria.

Perempuan, lanjut dr Maria, juga berisiko menderita penyakit kanker dan penyakit degenerative, seperti diabetes, jantung,  stroke.

Masalah kesehatan jiwa juga mengancam perempuan. Perempuan mengalami masalah kesehatan jiwa lebih tinggi dibanding laki-laki dalam satu bulan terakhir. “Yang bunuh diri juga lebih banyak perempuan,” kata dr Maria.

“Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kami supaya hak kesehatan perempuan bisa kita penuhi bersama,” janji dr Maria.

Pola Pengasuhan

Untuk mencapai status kesehatan yang baik, dr Maria meminta, masyarakat Indonesia, keluarga, menerapkan pola pengasuhan yang baik pada anak. Pola pengasuhan yang baik itu dimulai dari sebelum anak dilahirkan.

”Jadi, dari sebelum lahir, anak harus diinginkan. Setelah lahir, harus dapat pengasuhan yang positif supaya tumbuh dan berkembang optimal. Tidak ada kekerasan dalam pengasuhan akibat orang tua yang stres. Karena itu, orang tua harus bisa mengatasi stresnya,” ujar dr Maria.

GDI Rendah

Ketua FNM Society, Prof Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengungkapkan, berdasarkan data global, pencapaian Gender Development Index (GDI) Indonesia berada di angka 0,94 dari skala 0 sampai 1, atau masih berada di bawah standar global. Rendahnya GDI ini berkontribusi pada rendahnya status kesehatan perempuan.

“Kesenjangan gender masih menjadi tantangan. Karena itu, bagaimana memastikan setiap perempuan, di mana pun mereka berada, memiliki akses yang sama terhadap kesempatan, kesehatan, dan perlindungan,” kata Prof Nila yang berharap semua pihak bersama-sama meningkatkan GDI.

Di pihak swasta, akses yang sama ini sudah dterapkan oleh Takeda. “Kami bangga bahwa 53% dari Global Leadership Team kami adalah perempuan, dan di Indonesia, lebih dari 60% kepemimpinan kami dipegang oleh perempuan. Namun, komitmen kami tidak berhenti di internal perusahaan. Kami percaya bahwa akses kesehatan yang berkelanjutan harus menjadi hak semua orang, dan itulah mengapa kami aktif dalam berbagai area terapi, termasuk onkologi, penyakit langka, penyakit gastrointestinal, kesehatan konsumen, dan dengue,” kata Corporate Strategy Officer & CEO Chief of Staff, Takeda Pharmaceuticals, Akiko Amakawa.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 3 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 24 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 53 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia