Senin, 24 Maret 2025

Pakar Nilai Konsumsi MSG Tak Mengganggu Kesehatan

Penulis : Imam Suhartadi
1 Mar 2025 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Masakan Indonesia dijajakan di jalanan. Foto ilustrasi: IST
Masakan Indonesia dijajakan di jalanan. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id - Prof. Dr. Ir. Hanifah Nuryani Lioe, M.Si., guru besar bidang kimia pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA, IPB University mengatakan, Monosodium Glutamat (MSG) merupakan asam amino alami yang juga terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti tomat dan keju.

“Selama dikonsumsi dalam batas aman, MSG tidak memiliki efek buruk terhadap kesehatan," kata Hanifah dalam Seminar Nasional bertajuk MSG sebagai Pemantap Rasa dalam Tinjauan Kesehatan dan Kehalalan pada Kamis (27/2/2025) di Auditorium Abdul Muis Nasution, Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), IPB University.

Acara ini merupakan kolaborasi PT Sasa Inti dengan PATPI Bogor dan FORMASIP IPB University.

Advertisement

Sebagai informasi, kandungan Natrium di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi Natrium berlebih, lebih tinggi pada garam dapur pada takaran yang sama.

MSG mengandung 13,6 persen Natrium atau 12 persen Matrium dalam bentuk MSG Monohidrat, sedangkan garam dapur 39 persen Natrium. Penggunaan MSG tidak menimbulkan efek negatif karena memiliki nilai acuan keamanan yang disebut Acceptable Daily Intakeatau (ADI) atau asupan harian yang dapat diterima.

Selain itu komite dunia yakni JECFA telah mengkaji risiko penggunaan bahan tambahan pangan seperti MSG di bawah Food and Drug Administration (FDA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang membuat MSG aman jika ditambahkan pada masakan.

Pendapat senada diutarakan dr. Mira Dewi, M.Si., Ph.D., pakar di bidang Kesehatan dan dosen di Fakultas Kedokteran, IPB University mengatakan, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa MSG menyebabkan efek kesehatan yang berbahaya jika digunakan sesuai takaran yang dianjurkan.

Prof. Dr. Nugraha Edhi Suyatma, S.T.P., DEA, guru besar rekayasa proses dan pengemasan pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA, IPB University dan juga auditor halal LPPOM MUI menjelaskan, semua produsen MSG telah menerapkan standar produksi halal dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang halal serta memastikan fasilitas produksinya terbebas dari kontaminasi bahan haram atau najis. Dengan demikian, kehalalan produk MSG dapat terjamin.

“Di Indonesia, aspek kehalalan MSG tidak perlu diragukan lagi, karena semua produk yang beredar telah bersertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” ujarnya.

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 3 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 24 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 53 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia