IWAPI Dorong Akses Pembiayaan dan Literasi Keuangan Pengusaha Perempuan

JAKARTA,investor.id- Akses permodalan dan literasi keuangan masih menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di Indonesia. Kesenjangan ini kemudian memantik Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IsDB) untuk melakukan sosialisasi dan mendorong pengusaha perempuan Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya.
Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan lembaga perbankan, seperti Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Nasional Indonesia (BNI), serta platform financial technology (fintech) Gardena untuk turut mencarikan solusi pembiayaan bagi pengusaha perempuan.
Wakil Ketua Umum IWAPI, Rinawati Prihatiningsih mengatakan, saat ini hanya 31% usaha formal di Indonesia dimiliki oleh perempuan, mayoritas dalam skala mikro dan kecil. Tantangan terbesar adalah akses modal, di mana hanya 18% perempuan pengusaha yang memiliki akses penuh ke kredit formal.
“Minimnya jaringan bisnis, keterbatasan informasi, serta norma sosial masih menjadi penghalang utama perempuan dalam memperluas pasar dan mengambil peran kepemimpinan dalam bisnis,” kata Rinawati dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (28/2/2025).
Untuk itu, IWAPI menggandeng BTN, BNI, dan fintech Gradana Indonesia untuk memberikan edukasi terkait akses pembiayaan dan pengelolaan keuangan. BTN menyoroti pentingnya skema kredit yang lebih inklusif, sementara BNI mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital. Gradana Indonesia, sebagai platform fintech, menekankan solusi alternatif bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank.
Baca Juga:
Kredit UMKM BCA Terus MeningkatMenurut Early Rahmawati, konsultan IsDB, dari 117 anggota IWAPI yang mengikuti survei, masih banyak yang belum memahami pentingnya asuransi usaha, dan hanya 50% responden yang pernah mengakses pinjaman usaha.
“Banyak perempuan pengusaha masih berhati-hati dalam mengambil risiko, padahal akses ke pembiayaan adalah kunci pertumbuhan bisnis mereka,” ujarnya.
Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edwin Nurhadi mengungkapkan, OJK terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk melalui Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Pemberian Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM.
“Dengan regulasi ini, diharapkan semakin banyak perempuan pengusaha yang dapat memperoleh kredit dan pembiayaan yang lebih fleksibel dan mudah diakses,” ungkap Edwin.
Editor: Emanuel (eman_kure@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV