Kepala BPKH: Kunci Sukses Mengelola Dana Adalah Ikhlas

JAKARTA, investor.id – Ternyata, untuk sukses dalam mengelola dana, kata kuncinya adalah ikhlas. Hal itu yang menjadi acuan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah saat mempelajari tokoh-tokoh yang sukses mengelola dana di dunia.
Dia mengungkapkan hal itu saat menyampaikan sambutan pada acara Wisuda Semester Gasal 2024/2025 di Balairung UI, yang berlangsung di Kampus Depok, Jawa Barat. Momen tersebut bukan hanya menjadi momen puncak bagi para wisudawan, tapi juga keluarga dan sahabat yang setia mendampingi selama proses panjang tersebut.
Mengenang perjalanan pribadinya, Fadlul menceritakan pengalamannya 25 tahun lalu saat pertama kali diwisuda sebagai lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, yang sebelumnya dikenal dengan nama FE UI. Dia mengisahkan cita-citanya adalah menjadi Warren Buffett versi Indonesia, tokoh pengelola dana terbesar di dunia.
"Ternyata untuk sukses dalam mengelola dana, kata kuncinya adalah ikhlas, tidak punya kepentingan pribadi, bekerja keras dan cerdas demi kepentingan dan kemanfaatan investor," jelas dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2/2025).
Pada kesempatan itu, Fadlul Imansyah yang juga alumnus UI mengajak para wisudawan untuk tidak hanya merayakan pencapaian tersebut, namun juga mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Lembaran baru telah dimulai, tapi hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju perjalanan baru yang lebih besar," ujar Fadlul.
Baca Juga:
Soal Warren Buffett, Saham, hingga EmasSebagai lulusan dari universitas yang satu-satunya menyandang nama Indonesia, para wisudawan diingatkan akan tanggung jawab besar yang mereka pikul. "Kalian tidak hanya dipersiapkan untuk mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi," ujar dia memberi motivasi.
Dia mengajak para wisudawan untuk berani bermimpi besar dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat."Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin, inovator, dan agen perubahan. Pribadi yang unggul dan impactful, sejalan dengan visi Universitas Indonesia," ucap dia.
Menjadi unggul, berarti memiliki kompetensi, integritas, dan mentalitas pemenang dalam menghadapi tantangan dunia. Sedangkan pribadi yang impactful, mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Baca Juga:
Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%Tak kalah penting, adalah totalitas di semua lahan pengabdian. Jika memilih untuk berkarier sebagai akademisi, dia berharap jadilah guru besar dengan temuan-temuan baru yang membawa penghargaan dunia.
“Jika ingin berkarier sebagai profesional, jadilah CEO perusahaan terbesar di bursa saham global. Jika menjadi pengusaha, jadilah pengusaha sukses dengan aset terbesar. Bahkan, jika memilih menjadi politisi, jadilah politisi terbaik yang dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang paling dihormati di dunia," jelas dia.
Fadlul menutup sambutannya dengan pantun inspiratif. "Jalan raya bercabang dua, kawat sanggul bersampul rafflesia. Selamat berkarya, wisudawan semua, semangat unggul dan impactful untuk Indonesia!,” kata dia.
Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV