Senin, 24 Maret 2025

Fakta-fakta Tentang Kebakaran Hutan Hebat di Jepang

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2025 | 12:21 WIB
BAGIKAN
Kebakaran hutan yang dimulai Rabu (26/3/2025) lalu terus menyebar di belakang rumah-rumah di Ofunato, Prefektur Iwate, Jepang bagian utara, Senin (3/3/2025). (Foto: Kyodo News via AP)
Kebakaran hutan yang dimulai Rabu (26/3/2025) lalu terus menyebar di belakang rumah-rumah di Ofunato, Prefektur Iwate, Jepang bagian utara, Senin (3/3/2025). (Foto: Kyodo News via AP)

JAKARTA, investor.id – Kebakaran hutan terjadi di Jepang sejak Rabu (26/2/2025). Penyiar publik NHK pada Senin (3/3/2025) melaporkan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kebakaran yang terjadi di hutan sekitar Ofunato. Berikut ini fakta-fakta tentang kebakaran hutan hebat di Jepang.

Kebakaran hutan tersebut merupakan yang terburuk di Jepang dalam lebih dari tiga dekade atau sejak akhir 1980-an, menurut Badan Penanggulangan dan Kebakaran Jepang seperti dikutip pada Selasa (4/3/2025).

Petugas pemadam kebakaran yang didukung helikopter militer juga masih berjuang mengendalikan kobaran api yang membakar ribuan hektare (Ha) lahan setiap harinya.

Advertisement

Evakuasi

Menurut laporan Kyodo News pada Sabtu (1/3/2025), lebih dari seratus rumah tangga di wilayah timur laut Jepang diperintahkan untuk mengungsi karena kebakaran hutan yang telah berlangsung.

Pemerintah Prefektur Iwate mengeluarkan perintah baru bagi 333 orang dari 141 rumah untuk mengungsi. Kini, lebih dari 4.000 penduduk yang telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka.

Laporan lembaga penyiaran publik NHK, yang dikutip Anadolu, melaporkan hampir 1.200 penduduk telah mengungsi ke fasilitas penampungan.

Pengerahan Petugas Pemadam Kebakaran

Menurut laporan Kyodo News pada Minggu (2/3/2025), Badan penanggulangan bencana Jepang meminta lebih banyak departemen pemadam kebakaran di seluruh negeri untuk bergabung. Tim berjumlah besar dikerahkan untuk melawan kebakaran hutan yang terus menyebar di prefektur timur laut Iwate.

Hampir 1.700 petugas pemadam kebakaran dari sekitar 450 departemen di seluruh negeri telah bergabung dalam upaya mengendalikan kobaran api. Wilayah yang terbakar telah meluas selama lima hari sejak Rabu di Ofunato, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran.

Badan tersebut baru-baru ini meminta pemerintah Hokkaido dan Yokohama untuk mengirimkan beberapa petugas pemadam kebakaran mereka ke Ofunato.

Petugas pemadam kebakaran dengan dukungan udara dari helikopter, termasuk dari Pasukan Bela Diri, telah berhasil mencegah api menyebar ke daerah permukiman Ofunato di sepanjang pantai Pasifik.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia