Senin, 24 Maret 2025

OECD Pangkas Prospek Ekonomi AS dan Global karena Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
17 Mar 2025 | 23:06 WIB
BAGIKAN
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)
Pelanggan berbelanja di toko kelontong pada 13 Februari 2024 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. (Foto:Scott Olson/Getty Images)

PARIS, investor.id – Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan global diperkirakan akan lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya, menurut perkiraan terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Lembaga ini memangkas prospek ekonomi AS dan global karena tarif perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

“Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan menurun dari 3,2% pada 2024, menjadi 3,1% pada 2025 dan 3,0% pada 2026, dengan hambatan perdagangan yang lebih tinggi di beberapa negara G20 dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang membebani investasi dan pengeluaran rumah tangga,” ungkap OECD pada Senin (17/3/2025) dalam laporan Prospek Ekonomi interimnya seperti dikutip CNBC internasional.

“Pertumbuhan PDB tahunan di Amerika Serikat diproyeksikan akan melambat dari laju yang kuat baru-baru ini, menjadi 2,2% pada 2025 dan 1,6% pada 2026,” kata lembaga tersebut.

Advertisement

Dalam proyeksi sebelumnya, yang diterbitkan pada Desember 2024, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% tahun ini dan tahun depan. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 2,4% pada 2025 dan 2,1% pada 2026.

OECD mengatakan proyeksi terbarunya berdasarkan asumsi tarif bilateral antara Kanada dan AS, juga antara Meksiko dan AS dinaikkan sebesar 25 poin persentase tambahan pada hampir semua impor barang dagangan mulai April 2025.

Jika kenaikan tarif lebih rendah, atau diterapkan pada lebih sedikit barang, aktivitas ekonomi akan lebih kuat dan inflasi akan lebih rendah dari yang diproyeksikan. "Tetapi pertumbuhan global akan tetap lebih lemah dari yang diperkirakan sebelumnya," sambungnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 16 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 38 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia