Senin, 24 Maret 2025

Makin Banyak Barang yang Dikecualikan dari Tarif Trump Atas Kanada dan Meksiko

Penulis : Grace El Dora
7 Mar 2025 | 13:40 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato setelah menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS, Selasa (25/2/2025). (Foto: Pool via AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpidato setelah menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS, Selasa (25/2/2025). (Foto: Pool via AP)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah yang secara signifikan memperluas barang-barang yang dikecualikan dari tarif Kanada dan Meksiko. Adapun tarif Trump diberlakukan pekan ini atas dua negara tetangga Amerika itu, lapor BBC internasional pada Sabtu (7/3/2025).

Ini adalah kedua kalinya dalam dua hari Trump mencabut pajak impornya dari dua mitra dagang terbesar Amerika. Tindakan tersebut meningkatkan ketidakpastian bagi bisnis dan mengkhawatirkan pasar keuangan.

Pada Rabu (5/3/2025), ia mengatakan akan membebaskan produsen mobil dari pungutan impor sebesar 25% hanya sehari setelah diberlakukan.

Advertisement

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berterima kasih kepada Trump atas langkah tersebut. Sementara itu, menteri keuangan Kanada mengatakan negara itu pada gilirannya akan menunda ancaman tarif pembalasan putaran kedua terhadap produk-produk AS.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Kamis (6/3/2025) pagi, ia telah melakukan percakapan "berwarna" tentang tarif melalui panggilan telepon dengan Trump.

Presiden AS menggunakan bahasa yang tidak senonoh lebih dari sekali selama perdebatan sengit Rabu, menurut laporan media AS dan Kanada.

Trudeau mengatakan perang dagang antara kedua sekutu kemungkinan akan terjadi di masa mendatang, meskipun ada beberapa keringanan yang ditargetkan. "Tujuan kami tetap untuk menghapuskan semua tarif ini," ucap Trudeau.

Putaran pertama pembalasan Kanada yang menargetkan C$ 30 miliar (sekitar US$ 21 miliar atau Rp 342,7 triliun) barang-barang AS sudah berlaku.

Ketegangan perang dagang telah mengguncang pasar dan menimbulkan kekhawatiran akan turbulensi ekonomi.

Pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), indeks saham utama AS semuanya turun dengan S&P 500 yang melacak 500 perusahaan terbesar AS dan berakhir turun hampir 1,8%.

Saat menandatangani perintah tersebut, Trump menepis anggapan ia telah mencabut tindakan tersebut karena kekhawatiran tentang pasar saham. "Tidak ada hubungannya dengan pasar. Saya bahkan tidak melihat pasar, karena dalam jangka panjang, Amerika Serikat akan sangat kuat dengan apa yang terjadi," tutur Trump.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 16 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 38 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia