Makin Banyak Barang yang Dikecualikan dari Tarif Trump Atas Kanada dan Meksiko

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah yang secara signifikan memperluas barang-barang yang dikecualikan dari tarif Kanada dan Meksiko. Adapun tarif Trump diberlakukan pekan ini atas dua negara tetangga Amerika itu, lapor BBC internasional pada Sabtu (7/3/2025).
Ini adalah kedua kalinya dalam dua hari Trump mencabut pajak impornya dari dua mitra dagang terbesar Amerika. Tindakan tersebut meningkatkan ketidakpastian bagi bisnis dan mengkhawatirkan pasar keuangan.
Pada Rabu (5/3/2025), ia mengatakan akan membebaskan produsen mobil dari pungutan impor sebesar 25% hanya sehari setelah diberlakukan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berterima kasih kepada Trump atas langkah tersebut. Sementara itu, menteri keuangan Kanada mengatakan negara itu pada gilirannya akan menunda ancaman tarif pembalasan putaran kedua terhadap produk-produk AS.
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengatakan pada Kamis (6/3/2025) pagi, ia telah melakukan percakapan "berwarna" tentang tarif melalui panggilan telepon dengan Trump.
Presiden AS menggunakan bahasa yang tidak senonoh lebih dari sekali selama perdebatan sengit Rabu, menurut laporan media AS dan Kanada.
Trudeau mengatakan perang dagang antara kedua sekutu kemungkinan akan terjadi di masa mendatang, meskipun ada beberapa keringanan yang ditargetkan. "Tujuan kami tetap untuk menghapuskan semua tarif ini," ucap Trudeau.
Putaran pertama pembalasan Kanada yang menargetkan C$ 30 miliar (sekitar US$ 21 miliar atau Rp 342,7 triliun) barang-barang AS sudah berlaku.
Ketegangan perang dagang telah mengguncang pasar dan menimbulkan kekhawatiran akan turbulensi ekonomi.
Pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), indeks saham utama AS semuanya turun dengan S&P 500 yang melacak 500 perusahaan terbesar AS dan berakhir turun hampir 1,8%.
Saat menandatangani perintah tersebut, Trump menepis anggapan ia telah mencabut tindakan tersebut karena kekhawatiran tentang pasar saham. "Tidak ada hubungannya dengan pasar. Saya bahkan tidak melihat pasar, karena dalam jangka panjang, Amerika Serikat akan sangat kuat dengan apa yang terjadi," tutur Trump.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV