Senin, 24 Maret 2025

QRIS Tap Resmi Meluncur, Inovasi Pembayaran Digital Tanpa Pindai di Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
14 Mar 2025 | 18:04 WIB
BAGIKAN
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat melakukan transaksi QRIS TAP di Stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI, pada Jumat (14/3/2025). (Foto: Bank Indonesia)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat melakukan transaksi QRIS TAP di Stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI, pada Jumat (14/3/2025). (Foto: Bank Indonesia)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) dan pemerintah meluncurkan Quick Responses Indonesian Standard Tanpa Pindai (QRIS Tap) sebagai upaya untuk inovasi dalam sistem pembayaran digital pada Jumat (14/3/2025). QRIS Tap memberikan alternatif cara pembayaran bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung layanan publik dan transaksi ritel secara digital. Dengan QRIS Tap, transaksi dilakukan cukup dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran.

Peluncuran QRIS Tap dilaksanakan di Stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua ASPI Santoso Liem, Pimpinan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Pembayaran (PIP), serta pimpinan operator transportasi yang mengimplementasikan QRIS TAP.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan dengan QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) akan meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi nirsentuh bagi masyarakat. Implementasi QRIS Tap merupakan hasil dari kerjasama yang sangat kuat antara BI, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), hingga pemerintah DKI Jakarta sehingga layanan ini dapat digunakan masyarakat.

Advertisement

“Implementasi ini akan memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah bagi layanan publik, serta mendukung program Asta Cita Pemerintah,” jelas Perry pada Jumat (14/3/2025).

Implementasi QRIS Tap akan diterapkan secara bertahap hingga akhirnya dapat digunakan secara luas di kanal-kanal moda transportasi, layanan publik, dan merchant lainnya.

Pada tahap awal, saat ini bisa digunakan di beberapa lokasi layanan transportasi, parkir, rumah sakit, serta ritel dan UMKM, antara lain Stasiun MRT Bundaran HI dan Stasiun MRT Lebak Bulus, Transjakarta (terbatas pada Royaltrans), DAMRI (terbatas pada JR Connexion Jabodetabek), merchant parkir, serta rumah sakit diantaranya RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.

Pada tahap selanjutnya, implementasi QRIS Tap akan diperluas ke seluruh stasiun MRT, Transjakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek, perluasan ticketing DAMRI, KRL (rute Jabodetabek dan Jogja–Solo), Teman Bus, dan perluasan secara berkelanjutan pada merchant lainnya.

Masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait teknis dan tahapan implementasi QRIS Tap di sektor transportasi dan merchant lainnya pada kanal-kanal informasi milik masing-masing operator dan merchant.

Pengguna tidak dikenakan biaya transaksi menggunakan QRIS Tap, biaya dikenakan kepada merchant berupa Merchant Discount Rate (MDR) yang ditetapkan untuk kategori Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO) sebesar 0%.

Sementara itu, merchant kategori lain dikenakan MDR QRIS sesuai skema yang berlaku. Hal ini sejalan dengan dukungan terhadap Asta Cita dalam penyediaan infrastruktur transportasi yang murah bagi masyarakat serta untuk terus meningkatkan penggunaan QRIS Tap di sektor transportasi.

“Ke depan, BI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memperluas akseptasi QRIS Tap serta pengembangan inovasi sistem pembayaran secara berkelanjutan, yang sejalan dengan arah navigasi BSPI 2030,” kata Perry.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan dukungan penuh terhadap implementasi QRIS Tap. Ia menekankan agar seluruh moda transportasi optimal dalam menggunakan QRIS Tap dengan tetap mendukung keamanan dan kenyamanan. Implementasi QRIS Tap merupakan kolaborasi pembayaran dan transportasi yang sejalan dengan visi nasional transformasi digital, berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi layanan publik, serta mendorong perluasan ekosistem digital nasional.

“QRIS Tap menjadi katalis perpindahan masyarakat, hal ini telah sesuai dengan komitmen pemerintah dalam membenahi infrastruktur di bidang konektivitas,” kata Dudy.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 18 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 40 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia