Senin, 24 Maret 2025

BI Kucurkan Rp 70,74 Triliun untuk Beli SBN

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2025 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) sudah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 70,74 triliun per 18 Maret 2025. Pembelian SBN dijalankan untuk memperkuat operasi moneter yang mencerminkan sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal pemerintah.

“Hingga 18 Maret 2025, BI telah membeli SBN sebesar Rp 70,74 triliun,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025).

Jika dirinci partisipasi BI di pasar dilakukan dengan membeli SBN sebesar Rp 70,74 triliun terbagi di pembelian di pasar sekunder sebesar Rp 47,31 triliun dan pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp 23,43 triliun.

Advertisement

“Ke depan, berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan akan dioptimalkan guna terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter,” terang dia.

Adapun aliran modal asing ke SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 17 Maret 2025 masing-masing sebesar US$ 0,2 miliar dan US$ 0,1 miliar sejalan imbal hasil yang menarik dan prospek perekonomian yang tetap baik. Sementara itu, aliran modal ke saham selama Maret 2025 mencatat net outflows US$ 0,3 miliar sejalan dengan perkembangan di pasar saham regional.

“Dengan perkembangan ini, investasi portofolio 2025 sejak awal tahun hingga 17 Maret 2025, mencatat net inflows US$ 0,8 miliar didorong inflows pada SBN dan SRBI,” terang Perry.

BI konsisten menjalankan bauran kebijakannya untuk menjaga stabilitas rupiah, stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI juga meluncurkan stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran.

“Kami pastikan beli SBN sesuai dengan arah kebijakan moneternya. Arah kebijakan moneternya memang kami perlu ada ekspansi,” tukas Perry.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 39 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia