Kopdes Merah Putih akan Lindungi Masyarakat dari Rentenir, Tengkulak, hingga Pinjol Ilegal

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto akan membetuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang akan dibangun di 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie menjelaskan, langkah tersebut salah satunya turut menjawab solusi mengatasi jeratan rentenir, tengkulak, dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menjadi sumber kemiskinan di pedesaan.
“Pak Presiden tadi sampaikan Koperasi Desa Merah Putih ini untuk memutuskan rentenir, tengkulak, pinjaman online yang menjerat dan menjadi sumber kemiskinan di desa-desa,” ungkap Budi Arie usai rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, (7/2/2025).
Dia menjelaskan, Kopdes Merah Putih memiliki layanan simpan dan pinjam dana. Khusus mengenai pinjam dana, ini akan membantu masyarakat perihal pembiayaan supaya tidak lagi terjerat lingkaran kemiskinan.
Seperti yang diketahui, baik rentenir atau pinjol ilegal meskipun menawarkan kemudahan dalam memberikan pinjaman, juga punya tingkat bunga tinggi yang membuat si peminjam menjadi lebih rentan. Ini yang dimaksud masyarakat menjadi rentan terjerat di lingkaran kemiskinan.
Budi menambahkan, Kopdes Merah Putih akan melibatkan bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Nantinya, masing-masing koperasi akan mendapatkan modal awal Rp 5 miliar yang akan digunakan untuk membangun fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, unit simpan pinjam, hingga klinik desa.
“Rp 5 miliar itu ada komponennya, ada bangun gudangnya, ada bangun cold storage-nya, ada bangun gerai-nya, terus ada truk. Paling tidak ada dua truk, truk dan bengkel, truk desa itu buat ngangkut barang hasil desa, termasuk juga membawa barang-barang ke desa,” ucap Budi Arie.
Sosialisasi ke Kepala Desa
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV