Senin, 24 Maret 2025

Pendapatan Premi Asuransi Komersial Tumbuh 4,91% pada 2024

Penulis : Prisma Ardianto
26 Jan 2025 | 17:25 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (24/1/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pendapatan premi di industri asuransi komersial tumbuh 4,91% year on year (yoy) pada tahun 2024. Adapun asuransi komersial mencakup sektor industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi.

“Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi mencapai Rp 336,65 triliun, tumbuh 4,91% yoy,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Perkembangan pendapatan premi asuransi komersial pada tahun 2024 itu bergerak lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumya. Mengacu data OJK, premi asuransi komersial pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing hanya tumbuh 1,21% (yoy) dan 1,46% (yoy).

Advertisement

Namun demikian, pertumbuhan pendapatan premi asuransi komersial pada 2024 masih lebih rendah dibandingkan dengan kinerja 2021, yang naik sebesar 5,04%.

Di sisi lain, Mahendra juga melaporkan bahwa industri asuransi komersial membukukan pertumbuhan aset sebesar 2,03% (yoy) menjadi Rp 1.133,87 triliun pada tahun 2024. Dalam hal ini, gabungan aset dari industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi juga tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan dua tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, aset industri asuransi komersial sempat tumbuh tinggi pada 2021 sebesar 7,98% (yoy). Kemudian tumbuh melambat menjadi 1,97% (yoy) pada 2022 dan naik 1,60% (yoy) di akhir 2023.

Mahendra menambahkan, permodalan di industri asuransi komersial pada Desember 2024 masih memadai. Tercermin dari risk-based capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat sebesar 420,67% dan asuransi umum dan reasuransi sebesar 325,93%.

“(RBC) Di atas ambang batas 120%,” demikian pungkas Mahendra.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Saham Murah, Dividennya Bisa Belasan Triliun

Saham BNI (BBNI) lagi diskon besar. BBNI akan mengetok dividen Rabu.
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 28 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 50 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia