Kinerja Premi, Klaim, hingga Investasi Asuransi Jiwa Tahun 2024

JAKARTA, investor.id – Asuransi jiwa masih dikenal sebagai produk non primer di banyak kalangan masyarakat Indonesia. Meski begitu, industri asuransi jiwa masih mampu mencatat pertumbuhan positif tantangan pelemahan daya beli masyarakat sepanjang tahun 2024.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan bahwa pihaknya melihat ada pertumbuhan industri asuransi jiwa, ditandai meningkatnya total pendapatan premi, peningkatan total tertanggung sampai total investasi sepanjang tahun 2024.
“Yang mana menunjukkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari asuransi jiwa itu penting sebagai perlindungan maupun perencanaan keuangan jangka panjang,” ungkap Budi dalam konferensi pers di Jakarta seperti dipantau melalui Youtube AAJI Official, pada Minggu (2/3/2025).
Pendapatan 2024*
-
Total pendapatan: Rp 218,73 triliun (-0,7% yoy)
-
Hasil investasi: Rp 23,91 triliun (-24,8% yoy)
-
Pendapatan premi (unweighted): Rp 185,39 triliun (+4,3% yoy)
-
Pendapatan premi (weighted): Rp 113,75 triliun (+4,6% yoy)
Klaim dan Manfaat 2024*
-
Total klaim dan manfaat: Rp 160,07 triliun (-1,5% yoy)
-
Klaim akhir kontrak: Rp 18,30 triliun (+13,9% yoy)
-
Surrender: Rp 77,15 triliun (-13,3% yoy)
-
Partial withdrawal: Rp 19,87 triliun (+17,0% yoy)
-
Klaim meninggal dunia: Rp 11,29 triliun (+2.6% yoy)
-
Klaim kesehatan: Rp 24,18 triliun (+16,4% yoy)
Aset dan Investasi 2024*
-
Total aset: Rp 616,75 triliun (+0,7% yoy)
-
Total investasi: Rp 541,40 triliun (+0,2% yoy)
Polis dan Tertanggung 2024*
-
Tertanggung: 154,64 juta orang (+80,1% yoy)
-
Polis: 21,38 juta polis (-1,3% yoy)
*) sumber data AAJI
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV