Senin, 24 Maret 2025

BPKH Fasilitasi UMKM Distribusikan Produk ke Tanah Suci

Penulis : Thomas E. Harefa
23 Feb 2025 | 19:46 WIB
BAGIKAN
Kegiatan UMKM Goes to Hajj yang diselenggarakan BPKH bersama perbankan dan lembaga pembiayaan syariah di Padang, Sumatra Barat, Kamis (20/2/2025).
Kegiatan UMKM Goes to Hajj yang diselenggarakan BPKH bersama perbankan dan lembaga pembiayaan syariah di Padang, Sumatra Barat, Kamis (20/2/2025).

JAKARTA, investor.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengajak grup pengusaha perhotelan, ritel, dan eskpor impor di Arab Saudi, agar berperan dalam membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air untuk mendistribusikan produknya ke pasar Arab Saudi.

Hal itu digaungkan BPKH saat mengadakan kegiatan UMKM Goes to Hajj bersama perbankan dan lembaga pembiayaan syariah. Upaya tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong peluang ekspor bagi pelaku UMKM. Program UMKM Goes to Hajj juga memberikan akses bagi pelaku UMKM dan memberikan kemudahan tenaga kerja untuk mendaftar haji.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menegaskan komitmen BPKH dalam mendukung inovasi dan kolaborasi dalam ekosistem perhajian, termasuk optimalisasi dana kelolaan melalui peningkatan pendaftaran haji dari sektor UMKM.

Advertisement

“UMKM dapat turut serta dalam ekosistem perhajian untuk memenuhi kebutuhan penyediaan makanan khas Indonesia pada musim haji seperti rendang sehingga dengan akses pasar yang lebih luas para pelaku UMKM dapat berkembang untuk mampu mendaftar haji” jelas dia dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2025).

Pada kesempatan itu, Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI/Ketua PP Muhammadiyah yang membawahi UMKM, menekankan bahwa potensi produk Sumatra Barat bukan hanya bumbu rendang, tetapi juga berbagai bumbu khas lainnya yang dapat menembus pasar global dan menjadi titik awal pembentukan kota devisa.

“PP Muhammadiyah memiliki 24 cabang Muhammadiyah di seluruh dunia yang bisa dijadikan kanal promosi dan distribusi produk Hipermi (Himpunan Pengusaha Randang Minang Indonesia),” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan RI Satu Sumbar, Syukriah, menegaskan bahwa DJPb mendapatkan Amanah sebagai Regional Chief Economic (RCE) dan Financial Officer (FA) termasuk di Sumatra Barat.

Dia menjelaskan, DJPb dalam hal ini diminta untuk menggali potensi ekonomi daerah, melakukan analisa dan memberikan rekomendasi.

Salah satu potensi ekonomi Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) yang perlu dikembangkan yaitu bumbu dan rendang, yang dimana industri pengelolaan bumbu rendang butuh bahan baku yang erat kaitannya dengan petani dan Sumatra Barat yang agraris.

“Hipermi di bawah binaan DJPb Kemenkeu Provinsi Sumbar diharapkan menjadi wadah berkembangnya suatu proses bisnis dari hulu ke hilir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar, mulai dari petani sampai pengusaha rendang yang pada akhirnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kemampuan fiskal di Sumbar,” ujar dia.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Sumatra Barat Endrizal mengatakan kesiapan pemerintah provinsi dalam mendukung program ini.

“Pemerintah provinsi siap menjadi perusahaan pendamping dalam kerja sama program UMKM Goes to Hajj. Kami juga akan mengerahkan dinas dan tenaga pendamping untuk memastikan kelancaran program ini,” jelas dia.

Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 44 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia