Senin, 24 Maret 2025

KITB Jadi KEK Industropolis Batang, Investornya dari AS hingga China

Penulis : Jauhari Mahardhika
20 Mar 2025 | 21:11 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto didampingi Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan saat acara peresmian KITB menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan saat acara peresmian KITB menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025). (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa resmi mendapatkan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melalui Peraturan Pemerintah yang ditandatangani Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 20 Maret 2025.

KEK Industropolis Batang memiliki luas kawasan mencapai 2.886,7 hektare (ha) dari total luas pengembangan 4.300 ha. Status KEK ini menjadikan KITB sebagai pusat industri, logistik, dan pariwisata berstandar internasional, sekaligus magnet investasi global yang siap mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai KEK, Industropolis Batang menawarkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, serta kemudahan perizinan yang semakin menarik bagi investor. Sebelum menyandang status KEK, KITB telah memiliki 27 tenant yang telah berkomitmen berinvestasi, termasuk 7 tenant yang sudah beroperasi, 7 dalam tahap konstruksi, dan 13 dalam persiapan konstruksi.

Advertisement

KITB telah mencatatkan nilai investasi Rp 17,95 triliun. Para investor berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Chili, Jepang, Taiwan, dan China, serta mencakup beragam sektor industri, mulai dari solar panel, kaca, wood pellet, alas kaki, PVC, grinding ball, keramik, gas industri, hingga alat kesehatan.

Saat ini, dari 7 tenant yang telah beroperasi, KITB telah menyerap 7.008 lapangan kerja. Sekitar 80% di antaranya tenaga kerja lokal dari Kabupaten Batang. Dengan status KEK, diharapkan tambahan investasi senilai Rp 75,8 triliun akan masuk, serta menciptakan 58.145 lapangan kerja baru.

Saat beroperasi sepenuhnya, KEK Industropolis Batang diproyeksikan akan menyerap hingga 250.000 tenaga kerja, menjadikannya salah satu kawasan industri terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia.

Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan bahwa KEK Industropolis Batang adalah bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

“Kita ingin Indonesia menjadi pusat industri global dan KEK Industropolis Batang akan menjadi model keberhasilan pengembangan kawasan industri yang terintegrasi,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional.

“Dengan insentif yang kompetitif dan dukungan infrastruktur yang lengkap, kawasan ini akan menjadi destinasi utama bagi investor dalam berbagai sektor industri,” kata Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi mengungkapkan bahwa status KEK ini makin memperkuat posisi KITB sebagai kawasan industri unggulan. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Industropolis Batang agar dapat memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan,” ucapnya.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan menambahkan bahwa keberadaan KEK Industropolis Batang juga selaras dengan Asta Cita pemerintah, yang salah satunya menargetkan peningkatan daya saing industri nasional dan penciptaan lapangan kerja yang luas.

Status KEK ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri maju, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Peresmian KEK Industropolis Batang menandai babak baru bagi industri Indonesia, menjadikan KITB sebagai ikon investasi unggulan yang siap bersaing di panggung global, sekaligus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi Jawa Tengah dan Indonesia.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 33 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 57 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia