Senin, 24 Maret 2025

Misi Penyelamatan Industri Tekstil Dimulai, Begini Strategi Prabowo

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
19 Mar 2025 | 22:16 WIB
BAGIKAN
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) saat rapat dengan Presiden Prabowo Subianto membahas penguatan sektor industri tekstil Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (19/3/2025). (Sumber: instagram, @smidrawati)
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) saat rapat dengan Presiden Prabowo Subianto membahas penguatan sektor industri tekstil Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (19/3/2025). (Sumber: instagram, @smidrawati)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan berbagai langkah strategis untuk menyelamatkan dan memperkuat sektor padat karya, khususnya industri tekstil dalam negeri. Langkah strategis yang dimaksud misalnya menyiapkan insentif jumbo, proyek strategis nasional (PSN), menangani praktik anti-dumping, hingga penyederhanaan regulasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah adalah menyiapkan Rp 20 triliun untuk subsidi investasi pada program revitalisasi permesinan bagi usaha menengah dan kecil di sektor padat karya.

“Pemerintah sudah merumuskan paket untuk revitalisasi permesinan. Nah revitalisasi permesinan ini regulasinya dalam waktu dekat akan keluar, di mana pemerintah sudah menyediakan Rp 20 triliun untuk subsidi investasi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3/2025), usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN)

Advertisement

Airlangga menjelaskan, kredit investasi dengan skema khusus ini akan diberikan untuk industri tekstil, sepatu, makanan dan minuman, furniture, serta kulit, dengan subsidi bunga 5% selama delapan tahun.

“Karena kalau mesinnya tidak diperbaiki, daya saing baik dari penggunaan energi maupun produksi, kecepatannya akan lebih lambat,” tutur Airlangga.

Misi Penyelamatan Industri Tekstil Dimulai, Begini Strategi Prabowo
Ilustrasi: Investor Daily

Menurut Airlangga, sektor padat karya, khususnya tekstil memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Dia bilang, industri tekstil Indonesia mampu mencapai ekspor lebih dari US$ 2 miliar dan menyerap hampir 4 juta tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu ada terobosan kebijakan, terutama dalam perbaikan perizinan. Terlebih, masih banyak investor yang ingin masuk ke sektor padat karya.

Pemerintah juga berupaya menyederhanakan regulasi terkait ketersediaan bahan baku, impor ilegal, serta rantai pasok (supply chain) agar industri tekstil lebih kompetitif. Untuk itu, kata Airlangga, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar harmonisasi tarif dan percepatan perizinan segera dilakukan.

Di sisi lain, pemerintah akan merespons praktik dumping yang dilakukan negara pesaing dengan kebijakan anti-dumping. Airlangga menegaskan bahwa deregulasi dan debirokratisasi akan terus didorong, termasuk penyederhanaan izin terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Pemerintah akan membentuk satgas khusus untuk mempercepat implementasi kebijakan ini,” ucap Airlangga.

Sedot Investasi via PSN

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 50 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia