Perlu Kerja Keras Wujudkan Swasembada Pangan

JAKARTA,Investor.id -Sejumah pihak mengakui bahwa untuk bisa mewujudkan swasembada pangan perlu dukungan dari berbagai pihak, apalagi jika ingin mencapai kemandirian. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak terkait untuk mewujudkannya. Demikian benang merah yang muncul dari Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Polri di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengemukakan, kalau dilihat dari supply and demand sebenarnya Indonesia sudah swasembada. Hanya saja, itu tiada gunanya apabila masyarakat tidak bisa makan. "Swasembada bukan tujuan tetapi alat untuk menuju kemandirian," ucap dia.
Baca Juga:
Belum Cukup Meyakinkan PasarBustanul membandingkan dengan Singapura yang tidak swasembada tetapi pumya kemandirian pangan. Dia menilai sektor pertanian saat ini sedang tidak baik-baik saja. “Jaman Pak Harto saat ekonomi tumbuh 7% sektor pertanian tumbuh 5%. Sementata sekarang saat ekonomi tumbuh 5% pertanian tumbuh tidak sampai 1%,” ujar dia.
Bustanul menyesalkan sedikitnya penyuluhan pertanian, dan minimnya minat anak muda terjun ke pertanian. Karena itu, dia, perlu kolaborasi antat semua pihak terkait dalam mengatasi masalah ini, memperbanyak tenaga kerja terdidik ke sektor pertanian.
Pada acara yang sama, Ketua Kelompok Substansi Perencanaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Siti Haryati juga mengakui beratnya mewujudkan swasembada pangan, apalagi kemandirian pangan. Namun ia menegaskan pemerintah ingin swasembada secepat-cepatnya.
Upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, di antaranya masalah cuaca, alih fungsi lahan, dan minimnya SDM di mana orang-orang muda susah terjun ke sawah. Selain itu, masalah sarana dan prasarana yang terbatas. “Namun, masalah pupuk saat ini sudah selesai, tersedia barangnya dan mudah didapat,” ucap dia.
Sementara Wakil Satgas Pangan Polri Kombes Moh. Samsul Arifin mengatakan, pihaknya berupaya membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan. "Polri sadar perlu kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan swasembada pangan," tutur dia.
Baca Juga:
Waskita (WSKT) Dapat Kontrak Baru LagiKombes Samsul Arifin menambahkan, Polri telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan, di antaranya memanfaatkan lahan-lahan kosong milik Polri untuk tanaman pangan, perekrutan tenaga-tenaga pertanian, dan pemanfaatan pekarangan anggota untuk tanaman pangan.
Adapun Wakil Dirut PT. Pupuk Indonesia Gusrizal memastikan adanya pabrik pupuk di sentra-sentra pangan tanah air. Sehingga tidak ada lagi alasan pupuk sulit didapat dan harganya mahal."Secara produksi ada 14 juta ton, yang disubsidi 9,5 juta ton," ungkap dia.
Gusrizal memastikan PT. Pupuk Indonesia berusaha keras menyediakan pupuk di manapun sentra-sentra pertanian berdiri untuk memudahkan petani mengaksesnya. "Pupuk berkontribusi 62% produktivitas tetapi harganya hanya 23%, dan jika pupuk subsidi bisa mengurangi biaya produksi sampai 9%," ucap dia.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV