Senin, 24 Maret 2025

Perlu Kerja Keras Wujudkan Swasembada Pangan

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
20 Mar 2025 | 13:23 WIB
BAGIKAN
Pencetakan sawah diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional. (Foto: Antara)
Pencetakan sawah diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional. (Foto: Antara)

JAKARTA,Investor.id -Sejumah pihak mengakui bahwa untuk bisa mewujudkan swasembada pangan perlu dukungan dari berbagai pihak, apalagi jika ingin mencapai kemandirian. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak terkait untuk mewujudkannya. Demikian benang merah yang muncul dari Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Polri di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengemukakan, kalau dilihat dari supply and demand sebenarnya Indonesia sudah swasembada. Hanya saja, itu tiada gunanya apabila masyarakat tidak bisa makan. "Swasembada bukan tujuan tetapi alat untuk menuju kemandirian," ucap dia.

Bustanul membandingkan dengan Singapura yang tidak swasembada tetapi pumya kemandirian pangan. Dia menilai sektor pertanian saat ini sedang tidak baik-baik saja. “Jaman Pak Harto saat ekonomi tumbuh 7% sektor pertanian tumbuh 5%. Sementata sekarang saat ekonomi tumbuh 5% pertanian tumbuh tidak sampai 1%,” ujar dia.

Advertisement

Bustanul menyesalkan sedikitnya penyuluhan pertanian, dan minimnya minat anak muda terjun ke pertanian. Karena itu, dia, perlu kolaborasi antat semua pihak terkait dalam mengatasi masalah ini, memperbanyak tenaga kerja terdidik  ke sektor pertanian.

Pada acara yang sama, Ketua Kelompok Substansi Perencanaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Siti Haryati juga mengakui beratnya mewujudkan swasembada pangan, apalagi kemandirian pangan. Namun ia menegaskan pemerintah ingin swasembada secepat-cepatnya.

Upaya tersebut menghadapi berbagai tantangan, di antaranya masalah cuaca, alih fungsi lahan, dan minimnya SDM di mana orang-orang muda susah terjun ke sawah. Selain itu, masalah sarana dan prasarana yang terbatas. “Namun, masalah pupuk saat ini sudah selesai, tersedia barangnya dan mudah didapat,” ucap dia.

Sementara Wakil Satgas Pangan Polri Kombes Moh. Samsul Arifin mengatakan, pihaknya berupaya membantu pemerintah mewujudkan kemandirian pangan. "Polri sadar perlu kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan swasembada pangan," tutur dia.

Kombes Samsul Arifin menambahkan, Polri telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan, di antaranya memanfaatkan lahan-lahan kosong milik Polri untuk tanaman pangan, perekrutan tenaga-tenaga pertanian, dan pemanfaatan pekarangan anggota untuk tanaman pangan.

Adapun Wakil Dirut PT. Pupuk Indonesia Gusrizal memastikan adanya pabrik pupuk di sentra-sentra pangan tanah air. Sehingga tidak ada lagi alasan pupuk sulit didapat dan harganya mahal."Secara produksi ada 14 juta ton, yang disubsidi 9,5 juta ton," ungkap dia.

Gusrizal memastikan PT. Pupuk Indonesia berusaha keras menyediakan pupuk di manapun sentra-sentra pertanian berdiri untuk memudahkan petani mengaksesnya. "Pupuk berkontribusi 62% produktivitas tetapi harganya hanya 23%, dan jika pupuk subsidi bisa mengurangi biaya produksi sampai 9%," ucap dia.

Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 34 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 58 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia