Senin, 24 Maret 2025

Nilai Impor Kurma Capai US$ 18,09 Juta pada Februari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Mar 2025 | 17:59 WIB
BAGIKAN
Pedagang menata buah kurma di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/2/2025). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Pedagang menata buah kurma di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/2/2025). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

JAKARTA, investor.id – Indonesia telah mengimpor kurma sebanyak 16,47 ribu ton pada Februari 2025. Volume impor kurma ini lebih tinggi dari posisi Januari 2025 yang sebanyak 16,42 ribu ton.

Secara nominal nilai impor kurma pada Februari 2025 sebesar US$ 18,09 juta. Dalam lima bulan terakhir terjadi peningkatan impor kurma.

“Tren impor kurma mulai meningkat dalam lima bulan menjelang Ramadan dan paling tinggi di Januari dan Februari 2025. Impor kurma pada Februari 2025 tercatat sebesar 16,47 ribu ton atau senilai US$ 18,09 juta,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/3/2025).

Advertisement

Jika dilihat berdasarkan negara asal maka tiga negara yang menjadi pengimpor terbesar kurma pada Februari 2025 adalah Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Jumlah impor kurma dari Mesir sebanyak 9,24 ribu ton (56,12%); Arab Saudi sebanyak 2,69 ribu ton (16,32%); dan Uni Emirat Arab sebanyak 1,19 ribu ton (7,22%).

BPS mencatat bahwa secara kumulatif selama Januari sampai Februari 2025 impor kurma tercatat 32,89 ribu ton atau senilai US$ 38,76 juta. Secara kumulatif, lima negara yang menjadi pengimpor kurma adalah Mesir (58,95%); Arab Saudi (13,87%); Uni Emirat Arab (8,96%); Tunisia (5,87%); dan Iran (4,39%).

Secara keseluruhan nilai impor barang konsumsi sebesar US$ 1,47 miliar pada Februari 2025. Jika dilihat secara bulanan terjadi kontraksi 10,61 dan secara tahunan terjadi kontraksi 21,05%.

“Penurunan barang konsumsi terbesar terjadi pada impor untuk boneless meat of bovine animals (daging sapi tanpa tulang) yang frozen, dimana nilai impornya turun US$ 43,5 juta dibandingkan bulan lalu. Barang semi milk or whole milk rice nilai impornya turun US$ 37 juta dibandingkan bulan Januari 2025,” kata Amalia.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 37 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia