Ketahanan Pangan Nasional Butuh Dukungan Swasta

JAKARTA, investor.id – Indonesia sebagai negara agraris, menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional karena menurunnya produktivitas dan hasil panen. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya luas lahan pertanian akibat konversi untuk perumahan, industri, dan infrastruktur, serta bergesernya waktu tanam akibat fenomena cuaca ekstrem.
Selain itu, tata kelola irigasi yang belum optimal dan pengelolaan sumber daya air yang tidak seimbang turut memperburuk masalah tersebut. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi multipihak, termasuk oleh perusahaan swasta.
Senior Director Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan perusahaan melalui Aqua berinisiatif membangun ketahan pangan nasional dengan berkontribusi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) terintegrasi dari hulu ke hilir. Inisiatif ini memiliki tiga pilar utama yakni melindungi DAS, meningkatkan efisiensi dan sirkularitas air dalam operasional, serta memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat.
Di hulu, Aqua melakukan penanaman 2,5 juta pohon, pembuatan 20.000 rorak atau lubang resapan air, 2.300 sumur resapan, dan 110 instalasi pemanen air hujan. Di tengah dan hilir, Aqua mengembangkan Program Pertanian Regeneratif yang memperhatikan ekosistem alami dan siklus air. Program ini dimulai dengan pelatihan kelompok tani untuk mengelola lahan sesuai prinsip regeneratif, termasuk pembuatan pupuk dan pestisida organik.
Langkah selanjutnya adalah membangun tata kelola pertanian yang lebih efisien dalam penggunaan air dan pengurangan bahan kimia, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani.
“Aqua juga mendorong terbentuknya kelompok tani dengan mendukung tersedianya infrastruktur dan akses pemasaran,” kata Karyanto dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Untuk memastikan panen terserap dengan baik, Aqua menciptakan merk beras ORISA dan merk lokal seperti Beras Alami di Klaten, Beras Si OM di Subang, Beras Gumiasih di Mambal dan Beras Sun Rice of Java di Banyuwangi.
Hingga September 2024, beras sehat ORISA terjual 399 ton dan merk lokal 64,1 ton. Program tersebut juga mengurangi penggunaan pestisida kimiawi sebesar 50% dan pupuk kimiawi sebesar 70%. Program ini telah diterapkan di 247 hektare (Ha) lahan di delapan wilayah dan telah melibatkan lebih dari 1.000 petani.
Melalui sejumlah inisiatif tersebut, Aqua kembali meraih penghargaan berupa satu peringkat Emas dan sembilan peringkat Hijau dalam penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan ini diberikan kepada Aqua atas upayanya yang dinilai konsisten dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat secara berkelanjutan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara penganugerahan PROPER pada akhir Februari lalu di Jakarta.
“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada AQUA. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab besar terhadap alam dan komunitas. Kami berkomitmen untuk dapat mengembalikan lebih banyak air ke alam dan masyarakat daripada yang kami gunakan,” kata Karyanto.
Pada kesempatan yang sama, Karyanto Wibowo juga dianugerahi penghargaan Green Leadership Madya Awards 2024, yang diberikan kepada pemimpin perusahaan yang memiliki kepemimpinan kuat dalam mendorong kebijakan dan implementasi inovasi lingkungan yang berkelanjutan.
Editor: Heru Febrianto (Heru.Djaafar@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV