Senin, 24 Maret 2025

Pemerintah Perlu Fokus Tarik Investasi Orientasi Penciptaan Lapangan Kerja

Penulis : Indah Handayani
10 Mar 2025 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pencari kerja antre saat berlangsungnya bursa kerja Naker Fest di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Banten, belum lamam ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Sejumlah pencari kerja antre saat berlangsungnya bursa kerja Naker Fest di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Banten, belum lamam ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

JAKARTA, investor.id – Pengamat hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza menilai, untuk mengatasi lonjakan PHK, pemerintah harus melakukan transformasi ekonomi jangka panjang dengan langkah-langkah strategis. Salah satu faktor utama penyebab PHK adalah perlambatan industri manufaktur, sektor yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian nasional.

“Kita perlu kebijakan reindustrialisasi, peningkatan iklim usaha, optimalisasi hilirisasi sumber daya alam, serta mendatangkan investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja,” ujar Zenzia dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Namun, lanjutnya, langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi gelombang PHK masih kurang efektif, lambat, dan belum konsisten. “Untuk jangka pendek, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat. Ini bisa dilakukan dengan pemberian subsidi bagi korban PHK, program pelatihan keterampilan agar mereka bisa beralih ke sektor lain, serta mempertemukan mereka dengan peluang kerja baru,” tambahnya.

Advertisement

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2024, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,47 juta orang. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring gelombang PHK di awal 2025. Bahkan, data International Monetary Fund (IMF) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Indonesia adalah yang tertinggi di ASEAN.

Pemerintah Perlu Fokus Tarik Investasi Orientasi Penciptaan Lapangan Kerja
Pengamat hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza Sumber; Ist

Hingga April 2024, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat 5,2%, lebih tinggi dibandingkan Filipina (5,1%), Brunei Darussalam (4,9%), Malaysia (3,52%), Vietnam (2,1%), Singapura (1,9%), dan Thailand (1,1%).

“Sampai akhir Februari lalu, jumlah pekerja yang terkena PHK sudah mencapai sekitar 80 ribu orang. Satu-satunya cara mengatasi ini adalah dengan memperbaiki iklim investasi agar lebih banyak lapangan kerja tercipta,” tandas Zenzia.

Meskipun daya saing Indonesia meningkat, Zenzia menilai bahwa hal ini belum cukup untuk menarik investor jika tantangan lain tidak segera diatasi.

“Kita memang berhasil naik dalam peringkat daya saing global, tetapi stabilitas hukum, birokrasi yang rumit, serta kebijakan yang kerap berubah masih menjadi penghambat utama investasi,” katanya

Daya Saing Global 

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 48 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia