Senin, 24 Maret 2025

Perlu Koreksi Kebijakan Minyak Goreng Minyakita

Penulis : Tri Listiyarini
10 Mar 2025 | 07:59 WIB
BAGIKAN
Pedagang menata minyak goreng Minyakita di sebuah agen penjual barang kebutuhan pokok di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pedagang menata minyak goreng Minyakita di sebuah agen penjual barang kebutuhan pokok di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id–Kebijakan Minyakita perlu dikoreksi menyusul adanya produsen atau pabrik yang menyunat isi dan menjual produknya melebihi harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan Rp 15.700 per liter. Koreksi kebijakan menjadi mendesak salah satunya karena harga bahan baku minyak goreng, yakni minyak sawit mentah (CPO), yang mahal.

Dengan angka konversi CPO ke migor 68,28% dan 1 liter setara 0,8 kilogram (kg) diketahui untuk memproduksi Minyakita seharga Rp 15.700 per liter maka harga CPO maksimal harusnya Rp 13.400 per kg. Nyatanya, harga CPO dalam negeri selama enam bulan terakhir sudah Rp 15-16 ribu per kg. Kalkulasi itu baru mempertimbangkan bahan baku CPO atau belum memperhitungkan biaya mengolah, biaya distribusi, dan margin keuntungan usaha.

Bila ketiga komponen itu dihitung, sudah barang tentu harga CPO harus lebih rendah lagi. Artinya, dengan tingkat harga CPO saat ini dan keharusan produsen Minyakita menjual ke Distributor 1 (D1) maksimal Rp 13.500 per liter adalah tidak mungkin tanpa kerugian. “Pengusaha mana yang kuat jika terus merugi? Usaha mana yang sustain bila harus jual di bawah harga produksi? Jadi, merespons adanya temuan pabrik Minyakita yang menyunat isi dan menjualnya di atas HET atau lalu mengapa ada perusahaan menyunat isi Minyakita? Dugaan saya, karena biaya pokok produksi sudah jauh melampaui HET,” tutur pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori.

Advertisement

Saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Lenteng Agung pada 8 Maret 2025, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemukan perusahaan produsen Minyakita mengurangi isi kemasan. Kemasan 1 liter yang mestinya berisi 1.000 mililiter ternyata hanya 750-800 mililiter, meski ada juga kemasan yang isinya sesuai. Hal itu diketahui usai Mentan dan jajaran membeli Minyakita dan menakar isi dengan gelas takar 1 liter. Sidak juga diikuti Satgas Pangan.

Menurut Mentan, pengurangan isi amat merugikan masyarakat, sehingga jika terbukti bersalah, produsen Minyakita itu akan dipidanakan dan pabriknya ditutup. Minyak itu diproduksi tiga badan usaha, yakni PT Aega, koperasi KTN, dan PT TI. “Kami minta diproses, jika terbukti bersalah, kami minta pabrik ini ditutup dan produk mereka disegel,” kata Amran.

Dalam keterangan yang dikutip Senin (10/03/2025), Khudori menuturkan, HET Minyakita terkini Rp 15.700 per liter, mulai berlaku 14 Agustus 2024, naik dari Rp 14 ribu per liter. Jadi, Minyakita di level konsumen berada di atas HET sebenarnya bukan hal baru, harga nangkring di atas HET setidaknya sudah sejak pertengahan 2023. “Artinya, harga <inyakita di atas HET sudah cukup lama. Karena itu, perlu koreksi kebijakan untuk solusi atas pertanyaan mengapa ada perusahaan menyunat isi Minyakita dan mengapa pula mereka menjual di atas HET,” ungkap Khudori.

Jika tidak ada koreksi kebijakan, ada dua yang mungkin terjadi. Pertama, produsen menjual Minyakita sesuai HET tapi mengorbankan kualitas. Menyunat isi kemasan bisa masuk konteks mengorbankan kualitas. Kedua, produsen tetap memproduksi Minyakita sesuai kualitas (termasuk tidak menyunat isi) tetapi menjual dengan harga di atas HET. “Bahwa keduanya berisiko dan melanggar aturan, ya. Tapi, kalau aturan yang ada tidak memungkinkan usaha eksis dan sustain tanpa melanggar aturan, yang patut disalahkan pengusaha atau pembuat regulasi? Atau keduanya?” ujar Khudori.

Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 50 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia