Industri Pertambangan Perlu Kedepankan Aspek Keberlanjutan

JAKARTA, investor.id - Pertambangan berkelanjutan telah menjadi trend global. Setiap perusahaan tambang didorong untuk menerapkan prinsip berkelanjutan dalam kegiatan operasinya. Secara sederhana term keberlanjutan dalam industri pertambangan mengacu pada praktik yang meminimalkan dampak lingkungan dalam operasi pertambangan.
“Kegiatan usaha pertambangan dewasa ini didorong untuk memperhatikan aspek tata kelola yang baik dan benar atau dikenal dengan kaidah Good Mining Practice. Apalagi dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan semakin tinggi. Perusahaan tambang juga didorong untuk senantiasa memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap tahapan,” terang CEO PT J Resources Asia Pasifik, Tbk. Edi Permadi di Jakarta.
Edi menyebutkan bahwa industri pertambangan termasuk salah satu industri yang sangat kompleks. Ada lima pilar utama dalam kegiatan pertambangan yang semuanya saling berkaitan. “Kelima pilar utama itu adalah modal, teknologi, manusia (SDM), peraturan, dan sosial. Aspek-aspek keberlanjutan ini menjiwai kelima pilar utama tersebut,” ungkap Edi.
Think Globally and act Locally sangat berperan dalam kelanjutan pertambangan di Indonesia. Hal yang sangat sensitif dalam perhatian adalah mekanisme CSR, sistem kontrak dan juga supply dan juga penerimaan tenaga kerja.
Edi juga menegaskan bahwa bagian dari praktek pertambangan berlanjutan adalah konservasi mineral. Dalam kegiatan operasi produksi, perusahaan harus menata kapasitas produksinya termasuk mempertimbangkan daya dukung lingkungan.
“Perusahaan perlu memperhatikan neraca sumber daya dan cadangan mineral miliknya. Salah satunya berupa eksplorasi lanjutan yang harus terus dilakukan perusahaan. Eksplorasi ini menjadi nadi yang menentukan usia pertambangan,”tandas Edi.
Aspek keberlanjutan yang terus didorong ini harus diperkuat dalam regulasi. “Kegiatan pertambangan juga dikenal sebagai kegiatan yang highly regulated termasuk terkait tata kelola lingkungan. Hal yang harus didorong saat ini dan ke depan adalah penegakan hukumnya agar aturan yang memuat kaidah pertambangan yang baik dan benar terlaksana. Sehingga kegiatan usaha pertambangan yang berkelanjutan di semua skala pertambangan terwujud,” pungkas Edi.
Dalam konteks keberlanjutan Pemerintah dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup memiliki mekanisme penilaian terkait dengan kinerja lingkungan yang detail dan ketat yang kita kenal dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (atau PROPER). Penilaian ini dilakukan secara transparan, adil, akuntabel dan melibatkan masyarakat. Berkat Upaya maksimum dari karyawan dan management Perusahaan dan juga Kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholders PT J Resources Bolaang Mangondow anak Perusahaan dari PT J Resources Asia Pasifik, Tbk mendapatkan PROPER Hijau tahun ini. Untuk Perusahaan tambang hal ini adalah pencapaian yang luar biasa.
Topang Kinerja
Secara kinerja, pada tahun 2024 perusahaan mencatat kinerja positif. Produksi emas tercatat sebesar 101 ribu oz dan dengan perkembangan proyek DOUP tahun 2027 diharapkan dapat mendekati 200 ribu oz.
“Kami sangat diuntungkan dengan komoditas emas yang kami produksi. Dengan Geopolitics sekarang ini yang masih uncertain terutama konflik antara Rusia dan Ukraina, Konflik di Gaza dan beberapa negara Timur Tengah dan perang tarif yang diberlakukan oleh Presiden Trump, menyebabkan safe heaven menjadi opsi yang paling logis,”terang Edi.
Di sisi lain lanjut Edi, di tengah kondisi tersebut beberapa Bank Sentral juga sedang meningkatkan cadangannya dalam bentuk emas seperti China dan juga permintaan retail perhiasan yang meningkat di India dan negara negara Timur Tengah. Ini semua memberikan sentiment positif pada pasar emas.
Harga emas terus menunjukkan grafik naik setelah 10 Februari 2025 hingga berada pada kisaran US2.900 per oz. Prediksi dari beberapa lembaga terpercaya seperti JP Morgan menyebutkan 2025 ini akan menyentuh $ 3.000 per oz. Bahkan tahun depan, 2026 lembaga seperti InvestingHaven menyebutkan akan menyentuh $ 3.805 per oz.
“Dengan melihat kondisi pasar emas global yang demikian saya perkirakan harga emas tahun ini bisa menyentuk $3.500 per oz. Trend positif ini pun masih akan berlanjut di tahun berikutnya,”ungkap Edi.
Prospek harga emas yang positif ini tentu berdampak positif pula pada kinerja perusahaan tambang emas seperti PT J Resources Asia Pasifik,Tbk (PSAB).
Namun hal yang tidak kalah penting adalah kinerja lingkungan perusahaan harus sejalan dengan kinerja produksi dan juga upaya untuk menjaga agar sumberdaya dan cadangan tetap terjaga dan terkonservasi untuk kepentingan seluruh stakeholders.
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV