Edukasi Pertambangan Berkelanjutan Bawa Dampak Positif bagi Pelajar

JAKARTA, investor.id - Industri pertambangan dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, serta membawa manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, banyak industri tambang mulai mengintegrasikan sumber energi bersih dalam operasi mereka, termasuk tenaga surya dan angin.
Selain itu, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) juga mulai diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari proses penambangan dan pengolahan. Langkah ini penting dalam upaya menuju net zero emission.
Untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang pentingnya pertambangan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan bagi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat, PT Mega Haltim Mineral (MHM), perusahaan tambang nikel memberikan edukasi kepada SMA Negeri 4 Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Rabu, (5/2/2025).
Acara ini bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat PT MHM. Kegiatan ini juga dilaporkan manajemen perusahaan kepada Inspektur Tambang Kementerian ESDM.
Environment Officer PT MHM Irfan Ilyas mengatakan, segala aktivitas perusahaan tambang harus bisa meminimalisir kerusakan terhadap lingkungan. Karena itu, manajemen perusahaan merancang dan melaksanakan kebijakan sesuai prosedur untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Kami mengolah limbah hasil tambang lewat daur ulang atau pemrosesan sesuai aturan. PT MHM terus melakukan pemantauan lingkungan serta mematuhi semua aturan terkait lingkungan,” kata Ifran.
Sementara itu, Supervisor External Relation and ComDev Department PT MHM, Fitra Selang, menjelaskan program ini bertujuan agar siswa mengetahui lebih jauh tentang operasional maupun kerja di dunia tambang.
"Kami berharap siswa memahami risiko dan bahaya bekerja di tambang. Serta memahami betapa pentingnya kesehatan dan keselamatan," kata Fitra.
Fitra berharap pelatihan ini bermanfaat bagi siswa yang tertarik bekerja di tambang setelah lulus. Dengan pelatihan tersebut, kata Fitra, siswa setidaknya memahami hal dasar dalam operasional maupun keselamatan bekerja di tambang.
Faizal Soloilur dari Tim Occupational, Health, Safety, and Environment (OHSE) PT MHM mengatakan keselamatan paling utama di dunia tambang. Karena itu perusahaan mewajibkan pekerja menggunakan alat pelindung diri selama bekerja. "Risiko seperti longsoran batu, ledakan gas, atau kecelakaan alat berat mungkin terjadi," ujar dia.
Tim OHSE juga mempraktikan di kelas bagaimana cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berguna ketika terjadi kebakaran kecil di area tambang. Tim juga menjelaskan prosedur evakuasi serta cara berkomunikasi dalam keadaan darurat.
Adapun Tim Engineering PT MHM memaparkan bagaimana operasional penambangan. Mulai dari pengenalan alat berat serta fungsinya, proses menambang mulai dari eksplorasi hingga produksi, teknologi pemrosesan mineral, sampai pemantauan lingkungan tambang, termasuk soal reklamasi pasca tambang.
Adapun Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Negeri Haltim Farianto Ahmad mengapresiasi pelatihan yang digelar PT MHM. Ia berharap pelatihan ini bermanfaat bagi siswa yang tertarik bekerja di industri tambang setelah lulus.
"Kami percaya pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga bekal bagi siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja," katanya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV