Mendorong Ekonomi Sirkular Melalui Pengelolaan Sampah

JAKARTA, investor.id – AQUA terus berupaya mendorong ekonomi sirkular dengan memberi pelatihan pengelolaan Bank Sampah kepada masyarakat sehingga sampah yang dikumpulkan, dipilah dan didaur ulang jadi memiliki nilai ekonomi tinggi.
Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia, Astri Wahyuni mengatakan hingga 2024, AQUA telah bermitra dengan 500 bank sampah di seluruh Indonesia, termasuk di Jakarta, di mana terdapat empat Bank Sampah Induk (BSI) dan 35 Bank Sampah Unit (BSU) yang setiap bulan mengumpulkan sekitar 15 ton sampah PET botol.
“Harapan kami, langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berpartisipasi. Keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama, dan dengan dukungan dari pemerintah, mitra, serta masyarakat, kami yakin bahwa semakin banyak pihak yang terlibat dalam program ini akan mempercepat tercapainya target ekonomi sirkular,” kata Astri dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (6/2/2024).
Ia menyadari masyarakat kurang mendapatkan informasi dan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, serta akses dan relasi dengan para pendaur ulang (offtaker) yang akan membeli sampah yang telah dikumpulkan dan dikelola oleh para pegiat Bank sampah.
Untuk itu diperlukan solusi yang unik dan berbeda untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah kegiatan Lelang Sampah, sebuah inisiatif yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Kegiatan Lelang Sampah ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025.
“Kegiatan Lelang Sampah ini, terutamanya menjadi momentum untuk mempertemukan para pegiat Bank Sampah dengan para offtaker, agar sampah yang telah dikumpulkan itu menjadi komoditas dan memiliki nilai jual,” jelasnya.
Lelang Sampah merupakan salah satu aksi kolektif yang berada di bawah program inovatif bertajuk #EcoResolution 2025 yang diinisiasi oleh AQUA berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beserta para mitra dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional.
Program ini merupakan tindak lanjut dari "Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah" yang telah diselenggarakan oleh AQUA bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, dan Divers Clean Action (DCA). Inisiatif dan inovasi lelang sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Ade Palguna Ruteka menjelaskan kolaborasi yang sesungguhnya dalam penanganan sampah plastik harus melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah maupun industri.
“Ke depannya, kami berencana untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan mengundang lebih banyak pihak untuk bergabung, termasuk Bank Sampah, Buyer/Offtaker, dan perusahaan penghasil kemasan plastik lainnya, guna bersama-sama menciptakan solusi yang lebih besar dan lebih berkelanjutan,” katanya.
Hingga saat ini AQUA telah melibatkan lebih dari 10.000 pemulung melalui 11 Recycling Business Unit (RBU), 2 TPST, 12 TPS3R, 13 collection center, serta 60 bank sampah. Dalam upaya edukasi konsumen dan masyarakat, program edukasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh AQUA bersama para mitra telah menjangkau 19 juta orang.
Dalam upaya inovasi kemasan, AQUA berambisi untuk membuat kemasan 100% dapat digunakan kembali, didaur ulang atau dijadikan kompos. Atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh AQUA bersama para mitra telah membuat perusahaan berhasil mengumpulkan lebih dari 22.000 ton sampah plastik per tahunnya.
Editor: Heru Febrianto (Heru.Djaafar@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV