Senin, 24 Maret 2025

Arab Saudi Investasi Fantastis di Pertambangan, Nilainya Tembus Rp 1.639,9 Triliun

Penulis : Grace El Dora
17 Jan 2025 | 21:08 WIB
BAGIKAN
Kilang minyak dan terminal minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco. (Foto: Ahmed Jadallah/ Reuters)
Kilang minyak dan terminal minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco. (Foto: Ahmed Jadallah/ Reuters)

RIYADH, Arab Saudi – Pemerintah Arab Saudi terus maju untuk menempatkan dirinya di peta mineral penting global. Arab Saudi mengumumkan investasi fantastis di pertambangan berupa sejumlah kesepakatan, rencana investasi, dan penemuan di Forum Mineral Masa Depan tahunannya di ibu kota Riyadh dengan nilai mengejutkan.

Wakil Menteri Pertambangan Arab Saudi Khalid al-Mudaifer pada Rabu (15/1/2025) mengumumkan pengembangan proyek investasi mineral baru senilai US$ 100 miliar (sekitar Rp 1.639,9 triliun). Sebanyak US$ 20 miliar di antaranya sudah dalam tahap rekayasa akhir atau sedang dibangun.

Meskipun wakil menteri tidak memberikan rincian lebih lanjut, pejabat Saudi telah membahas rencana untuk memperluas eksplorasi litium negara tersebut secara signifikan. Selain itu, Saudi pun memiliki mineral penting dan unsur tanah jarang lainnya termasuk tembaga, emas, seng, fosfat, dan nikel.

Advertisement

Pada awal 2024, Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral kerajaan tersebut meningkatkan estimasi nilai sumber daya mineral (SDM) yang belum dieksploitasi dari US$ 1,3 triliun menjadi US$ 2,5 triliun, didorong oleh penemuan unsur-unsur dan logam yang disebutkan di atas.

Pada Forum Mineral Masa Depan pada Januari 2024, pemerintah Saudi menetapkan program insentif senilai US$ 182 juta untuk eksplorasi mineral.

Raksasa minyak negara kerajaan tersebut, Aramco, pekan ini mengumumkan usaha patungan dengan perusahaan pertambangan negara Saudi yaitu Ma'aden untuk mengeksplorasi dan memproduksi mineral transisi energi.

Arab Saudi Investasi Fantastis di Pertambangan, Nilainya Tembus Rp 1.639,9 Triliun
Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman berbicara selama konferensi tahunan Future Investment Initiative (FII) di Riyadh pada 29 Oktober 2024. (Foto: Fayez Nureldine/ AFP/ Getty Images)

Berbicara di atas panggung, Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman mengatakan kepada peserta forum mineral bahwa Aramco telah mengidentifikasi konsentrasi litium yang "menjanjikan" yang melebihi 400 bagian per juta di area tempat operasinya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 5 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 27 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 56 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia