Airlangga Buka Suara Tentang Penurunan Perputaran Uang Pada Lebaran 2025

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara tentang kondisi perputaran uang pada Idulfitri 2025 yang diperkirakan lebih rendah dari tahun 2025. Perputaran uang lebih rendah lantaran terdapat faktor pembeda.
“Tahun lalu ada pemilu (pemilihan umum), ada event yang berbeda, basednya tahun kemarin lebih tinggi,” ucap Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (21/3/2025).
Lebih lanjut, pemerintah terus berkomitmen mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk menjamin keterjangkauan harga pangan di masa Ramadan, seperti operasi pasar, gerakan pasar murah, serta fasilitasi dan pengawasan distribusi. Selain itu, seiring dengan masuknya masa panen raya padi, pemerintah juga akan terus menjaga level harga gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk menopang daya beli masyarakat atas kebutuhan transportasi, insentif seperti diskon tarif tol dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) tiket pesawat diberikan pada momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
“Kalau sekarang pemerintah memberikan beberapa stimulus dalam bentuk diskon. Tetapi program stimulasi terus kita dorong tetapi sifatnya melalui insentif dan diskon,” terang Airlangga.
Sebelumnya Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang memperkirakan, perputaran uang pada Idulfitri 2025 ini mencapai Rp 137,975 triliun. Nilai ini turun dari perputaran uang pada Idulfitri 2024 yang sebesar 157,3 triliun. Perputaran uang selama libur Idulfitri 1446 Hijriah tahun ini diprediksi menurun seiring dengan jumlah pemudik yang mengalami penurunan.
“Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan sejumlah 146,48 atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga 4 orang. Jika rata rata keluarga membawa uang sebesar Rp 3,75 juta naik 10% dari tahun lalu maka potensi perputaran uang diprediksi sebesar Rp 137,975 triliun,” ucap Sarman.
Jumlah ini masih berpotensi naik, karena angka rata rata per keluarga diambil angka yang minimal dan moderat. Jika per keluarga membawa rata rata Rp 4 juta maka potensi perputaran bisa mencapai Rp 145,04 triliun,sehingga potensi perputaran dikisaran Rp 137-145 triliun.
Baca Juga:
Ekonomi Lebaran Kurang BertajiMenurut dia, beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan ini, pertama, jarak libur Nataru dan Idulfitri yang sangat berdekatan,sehingga yang sempat berlibur selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat libur Idulfitri,
Kedua, dengan kondisi ekonomi saat ini masyarakat cenderung menghemat (saving), mengingat dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya masuk sekolah. Ketiga, maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Keempat, penurunan daya beli masyarakat serta faktor cuaca juga mempengaruhi niat masyarakat untuk pulang kampung.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV