Senin, 24 Maret 2025

SRBI Telah Serap Modal Asing Senilai Rp 892,36 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2025 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2025 di Jakarta, pada Rabu (19/3/2025). (Foto: BI)
Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2025 di Jakarta, pada Rabu (19/3/2025). (Foto: BI)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan dana yang mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 892,36 triliun per 17 Maret 2025. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI per tanggal 17 Maret 2025 mencapai Rp 232,41 triliun (26,05% dari total outstanding). Rata-rata nilai transaksi SRBI per hari dapat mencapai Rp 16 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan instrumen ini berfungsi untuk meningkatkan pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke pasar keuangan dalam negeri.

“SRBI itu sudah ditransmisikan di pasar sekunder rata-rata per hari sebesar Rp 16 triliun dan antar bank,” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025).

Advertisement

Dia mengatakan implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi.

Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 14 Maret 2025 juga menurun, namun tetap tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing, yakni masing-masing dari 7,16%; 7,20%; dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,32%; 6,37%; dan 6,40%.Strategi dan instrumen operasi moneter pro-market terus diperkuat untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah dan pencapaian sasaran inflasi.

Selain SRBI, BI juga menggunakan instrumen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk meningkatkan aliran modal asing. Hingga 17 Maret 2025 nilai modal asing yang melalui SVBI dan SUVBI masing-masing mencapai US$ 2,3 miliar dan US$ 320 juta.

Untuk kedepannya, berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan akan dioptimalkan guna terus memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Primary dealer juga sangat aktif. Tidak hanya SRBI, tetapi juga kami perluas untuk SVBI dan SUVBI maupun instrumen lain termasuk DHE SDA (Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam),” tutur Perry.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 33 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 57 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia