Senin, 24 Maret 2025

BI Rate Ditahan 5,75% pada Februari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Feb 2025 | 14:49 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2025 di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2025 di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 18-19 Februari 2025. BI Rate ditahan setelah penurunan 25 basis points (bps) pada bulan lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, suku bunga acuan atau BI Rate sebesar dipertahankan sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5% dalam putusan RDG BI pada 18-19 Februari 2024.

“Keputusan ini konsisten dengan menjaga agar perkiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah 2,5±1%, stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan perekonomian global dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/2/2025).

Advertisement

Keputusan tersebut sesuai dengan prediksi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam RDG pada 18-19 Februari 2025.

Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, prognosa itu berdasarkan perkembangan terkini dari perekonomian global dan domestik, ketidakpastian masih cukup tinggi.

“Kami berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur di Februari ini,” ucap Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2025 yang diterima pada Selasa (18/2/2025).

Menurut dia, inflasi masih berada di kisaran batas bawah target Bank Indonesia. Namun, Indonesia sebentar lagi akan memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, yang umumnya akan mendatangkan tekanan inflasi.

Riefky menuturkan, terdapat tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang karena beberapa faktor utama. Periode mendekati bulan Ramadan diperkirakan akan meningkatkan permintaan dan mendorong harga menjadi lebih tinggi. Lalu, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Maret 2025 tercatat sebesar 179,0, naik dari 160,2 pada periode sebelumnya.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 39 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia