Memperkenalkan Koleksi Busana Syar’i Indonesia ke Pasar Singapura

JAKARTA, investor.id – Pasar fesyen Muslim Indonesia saat ini menunjukkan potensi yang signifikan, terutama di segmen modest. Taza, sebagai salah satu produsen di segmen busana syar’i, pun memanfaatkan peluang tersebut dengan membawa koleksinya ke Singapura.
Founder Taza, Ashila Ramadhani mengatakan, berencana memperkenalkan koleksinya ke pasar Singapura pada tahun ini karena keberadaan populasi Muslim yang cukup besar, termasuk dari komunitas Melayu dan Malaysia. Selain itu, ia juga melihat ramainya potensi pasar fesyen, terutama busana tertutup di Singapura.
“Kami ditawari bantuan dari seorang pemilik merek yang memiliki koneksi dengan pemilik Mio Market di Singapura, yang dapat membantu proses kurasi dan pengajuan untuk memasuki pasar tersebut. Kami ingin merasakan experience di Singapura, karena populasi Muslimnya kan lumayan banyak, jadi ingin tes market dulu,” ujar Shila, sapaan akrabnya.
Langkah strategis Taza untuk masuk ke pasar global sebenarnya diawali dengan datang ke acara “London Muslim Shopping Festival (LMSF) 2025”, yang berlangsung pada 22-23 Februari 2025. Saat itu, Taza membawa koleksi terbarunya, “The Unfeigned” yang tidak sekadar merayakan keindahan busana syar’i, tetapi juga menghadirkan manifestasi dari visinya yang ingin membawa modest fashion Indonesia ke kancah internasional.
Diakui oleh Shila, diperlukan keputusan besar dan turning point untuk membawa merek ini ke panggung yang lebih luas. Walau sempat ada banyak keraguan, ternyata koleksi “The Unfeigned” mendapat sambutan positif, karena bahan Taza yang terasa berbeda, unik, dan belum pernah ditemukan di tempat lain.
Mengusung identitas yang kuat dan material premium, Taza berhasil menarik perhatian pasar global. “Pasarnya ada, kelasnya ada, dan yang lebih membanggakan, selera mereka pun sejalan dengan visi kami. Ini membuktikan bahwa fashion syar’i bisa mendunia, dan Taza siap menjadi bagian dari perjalanan itu,” katanya.
Koleksi The Unfeigned Collection lahir dari perjalanan yang sangat personal bagi Shila dan sang adik, karena terinspirasi dari sosok Ayah, Rahimahullah, yang banyak mengajarkan tentang pentingnya ketulusan.
“Kata 'unfeigned' sendiri berarti tulus, sesuatu yang tidak dibuat-buat, sejalan dengan nilai yang kami pegang sejak awal membangun Taza. Menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki makna dan cerita di setiap koleksinya. Kami percaya, sesuatu yang datang dari hati dan dibuat dengan sungguh-sungguh pasti akan sampai ke hati para pelanggan,” ujar dia.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Shila bahwa Taza tidak mengikuti tren yang ada, melainkan lebih fokus pada kesederhanaan dan keunikan desain. Pasalnya, Taza menyasar segmen yang lebih muda, dengan rentang usia pelanggan antara 25 hingga 35 tahun dan membanderol harga mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1,6 juta. Untuk itu, jenama ini terus berusaha berinovasi dan melakukan riset guna menciptakan produk yang berbeda dari yang sudah ada di pasaran.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV