UMKM Fesyen Muslim Indonesia Perluas Pasar Konsumen ke Asia Tenggara

JAKARTA, investor.id – Jenama fesyen Muslim Shalu Nisabila akan memperluas target konsumennya ke pasar Asia Tenggara pada tahun ini. Di antaranya menyasar pangsa pasar Malaysia dan Brunei Darussalam, hingga ke Timur Tengah dan Eropa dengan membawa koleksi-koleksi rancangan busana khas Indonesia, serta membuka peluang kolaborasi.
Sejak merger pada 2017 di bawah naungan PT. Niskala Atelieri Group, Shalu Nisabila telah melakukan banyak penyesuaian, mulai dari mengubah haluan penjualan dari sekadar business-to-business kemudian melebar ke business-to-consumer dengan mengeluarkan koleksi eksklusif, menggunakan pemasaran digital, dan menjalin kemitraan strategis. Langkah ini membuat Shalu Nisabila mendapat loyal costumer sampai ke luar negeri.
“Dengan strategi baru di tahun ini, kami ingin berekspansi menyasar pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, hingga Eropa dengan membawa koleksi-koleksi Shalu Nisabila khas Indonesia pada tiap koleksinya,” ujar Pemilik merek Shalu Nisabila, Eri Prima.
Membangun loyalitas pelanggan merupakan salah satu cara ampuh agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap dapat terus tumbuh di tengah situasi sulit ekonomi. Mengutip dari data “Pricewaterhouse Coopers (PWC) 2024 MSME Survey,” lebih dari 50% UMKM mengalami penurunan penjualan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya daya beli konsumen.
Namun, Eri meyakini bahwa UMKM Indonesia masih menjadi pilar penting penyangga sekaligus penyokong ekonomi dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% atau tertinggi se-Asia Tenggara.
“Kami optimistis bisa mencapai target dan berkontribusi bagi negeri. Shalu Nisabila selalu membuka diri terhadap peluang-peluang kolaborasi. Sebab, kami percaya masa saling bersaing sudah berganti jadi saling berkolaborasi,” tutur dia
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pada Raya Collection tahun ini, rancangan busananya banyak mengeksplorasi motif floral dengan warna-warna tren, seperti burgundy, emerald green, dan mocha moss sehingga berbeda dari koleksi sebelumnya karena lebih didominasi motif monogram sederhana.
Baca Juga:
Padu Padan Busana Lebaran dan Tas TanganDitambahkan oleh Eri, pihaknya mengusung ‘Floraison of Hope: Petals of Promise’ sebagai tema Raya Collection yang terdiri atas enam koleksi terbatas, di antaranya empat dress dan dua setelan celana-blus dalam empat warna serta lima ukuran dari S hingga XXL.
“Makna tema tersebut menggambarkan esensi kehidupan ibu muda mengusung harapan baru bak aroma segar bunga dengan jalinan keindahan kasih sayang serupa gambaran halus keindahan alam,” kata Eri yang membangun brand bersama sang istri, Annisa Rahmi.
Di samping itu, variasi ukuran busana yang tersedia diklaim membuat para ibu muda mudah bergerak dan beraktivitas di luar ruangan karena koleksi Shalu Nisabila telah menggunakan material berkualitas premium dengan teknologi anti-UV.
Baca Juga:
Paula Verhoeven Merilis Modest FashionPenerapan teknologi printing asal Jepang yang ditambahkan pada busana Shalu Nisabila juga membuat warna tidak mudah pudar meski dicuci berkali-kali, bebas zat material berbahaya sehingga ramah pada kulit anak.
Sebagai UMKM, jenama fashion muslim Shalu Nisabila – yang diambil dari gabungan nama putri mereka, Shalula dan brand rintisan Annisa bernama Nisabila – berharap dapat bisa memberdayakan ekonomi lokal dengan membuka lebih banyak lagi lapangan kerja dari pengrajin lokal dan masyarakat sekitar dengan mengubah arah pangsa pasar luar negeri.
Ada pun salah satu cara mendekatkan diri dengan pelanggan loyal sekaligus menyapa calon pelanggan, khusus rilisan Raya Collection kali ini seluruhnya akan hadir di Pop-Up Store di Margocity Mall pada 24 Februari – 6 April 2025, dan di ICE BSD pada 15-16 Maret 2025.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV