Penjualan Busana Muslim Ditargetkan Naik Lima Kali Lipat

JAKARTA, investor.id – Tren modest fesyen di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mengutip data The State Global Islamic Economy, konsumsi busana muslim di Indonesia tercatat berada di kisaran US$ 20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2% per tahun.
Menurut Commercial Director Zalora Indonesia, Victor Yap pada momen Ramadan tahun ini pihaknya menargetkan peningkatan penjualan sebanyak lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya. Ini merupakan hal yang umum terjadi di Indonesia, karena ada peningkatan pendapatan pelanggan dari Tunjangan Hari Raya (THR) selama periode tersebut.
“Bahkan untuk permintaan produk fesyen, khususnya baju Muslim, sudah pasti akan meningkat tanpa perlu ada upaya tambahan untuk mendorong penjualan,” ujar dia.
Diakui oleh Victor bahwa fesyen adalah industri yang sangat dinamis dan tidak statis dan selalu berubah. Sehingga pihaknya merasa sangat penting untuk mengikuti tren terbaru dan mencermati tantangan-tantangan dalan mengkombinasikan tren yang ada dengan data yang dimiliki guna memberikan manfaat kepada para pelanggan.
“Selain tantangan, ada juga peluang yang muncul dari dinamika itu. Terutama dalam menjangkau pasar di seluruh Indonesia dan menyediakan produk berkualitas dari desainer lokal,” katanya.
Belum lama ini, Zalora Indonesia menggandeng desainer dalam negeri, seperti Ria Miranda, Kamilaa by Itang Yunasz, Preview by Itang Yunasz, Klamby, Intresse, Takkan, dan Zalia untuk berkolaborasi dalam “Zaloraya 2025”.
Kampanye tahunan itu dirancang untuk mendukung dan merayakan industri modest fashion lokal melalui kolaborasi spesial dan pengalaman belanja online-to-offline (O2O)lebih menyenangkan melalui Zaloraya Pop-Up Store. Acara ini juga menjadi momen pembuka untuk perayaan “Lucky 13th Birthday ZALORA pada 7-13 Maret 2025”.
Baca Juga:
Busana Klasik Elegan untuk LebaranCEO Zalora Indonesia dan Filipina, Aashish Midha menyampaikan bahwa Zaloraya 2025 bukan sekadar pameran, melainkan platform strategis untuk mendorong pertumbuhan industri fashion lokal.
“Kami percaya dengan kreativitas desainer Indonesia yang telah menunjukan daya saingnya, baik di pasar lokal maupun kancah internasional. Dukungan dari pemerintah, baik melalui Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Ekonomi Kreatif, sangat berarti bagi kami. Zalora berharap dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan berbagi wawasan, kemampuan, dan keahlian untuk mengangkat industri fesyen di pasar regional dan global,” tuturnya.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV