Belajar dengan Menyenangkan Bantu Anak Pahami Pelajaran

JAKARTA, investor.id – Tak ada pelajaran yang sulit. Dengan alat bantu atau permainan yang menyenangkan, anak dapat memahami pelajaran lebih mudah.
“Proses belajar yang menyenangkan terbukti sangat efektif untuk membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti pelajaran matematika,” kata Pendiri Surya Institute dan Pencetus Metode GASING Prof. Yohanes Surya, Ph.D pada acara ‘Oreo Berbagi Serunya Berilmu’ di Jakarta.
“Berdasarkan data kami, melalui proses belajar dengan metode GASING yakni Gampang, Asik dan Menyenangkan, nilai rata-rata anak-anak meningkat dari 20% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses belajar yang menyenangkan memang membantu anak untuk lebih memahami mata pelajaran,” ungkap Prof Surya.
Membantu anak memahami pelajaran dengan lebih mudah, pada bulan penuh keberkahan ini Oreo sebagai brand unggulan dari Mondelez Indonesia, membuka rangkaian program bertajuk ‘Oreo Berbagi Serunya Berilmu.’
“Melalui program ‘Oreo Berbagi Serunya Berilmu’, Oreo akan mendonasikan 2,5% keuntungan penjualannya untuk mendukung pendidikan dengan target total penerima manfaat 1.500 anak yatim piatu dan membantu mereka mewujudkan mimpi masa depan melalui penyerahan alat bantu belajar,” kata Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing Zaenal Abidin di Jakarta.
Zaenal menjelaskan, sebagai produk yang diproduksi di Indonesia, tepatnya di Cikarang, dan menjadi pusat produksi yang memenuhi kebutuhan 40 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah, termasuk Jepang, Australia dan Selandia Baru, Oreo senantiasa tumbuh berkembang bersama keluarga Indonesia selama 30 tahun.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan mimpi luar biasa. Dengan bekal pendidikan, peluang untuk meraih kehidupan yang layak di masa depan akan menjadi lebih besar dan menjadi kekuatan untuk memajukan bangsa di masa depan,” jelas Zaenal.
Sasar 1.500 Anak
Lebih lanjut mengenai pelaksanaan program, Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelez Indonesia mengatakan bahwa program yang resmi diluncurkan pada Maret 2025 ini akan berjalan secara bertahap selama enam bulan dengan total target penerima manfaat sebanyak 1500 anak yatim piatu.
“Dalam pelaksanaan di tahap pertama ini, kami ini akan menggandeng SOS Children's Villages Indonesia sebagai partner untuk mendistribusikan donasi pendidikan untuk anak pada tingkat SD hingga SMA dengan penerima manfaat tahap pertama yakni anak yatim piatu di bawah naungan SOS Children's Villages Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mencakup wilayah Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali dan Flores. Bentuk donasi meliputi peralatan sekolah seperti laptop, tas sekolah, dan juga alat bantu belajar yang menjadikan proses belajar menjadi lebih menyenangkan dari Surya Institute,” jelas Anggya.
Pendiri Surya Institute dan Pencetus Metode GASING Prof. Yohanes Surya, Ph.D. mengungkapkan komitmennya untuk turut mensukseskan kegiatan ini. “Donasi alat bantu belajar ini sejalan dengan visi kami, yakni memperkenalkan metode belajar matematika dan sains dengan cara yang menyenangkan sehingga menjadi lebih mudah dimengerti guna mendukung proses belajar yang menyenangkan di rumah,” ujar Prof Yohanes Surya.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV