Mencegah Bully Dimulai dari Pendidikan Tanpa Kekerasan

DEPOK, investor.id – Kekerasan bisa dihentikan dengan kebaikan. Hal ini harus dimulai dari lingkungan pendidikan, yaitu pendidikan tanpa kekerasan untuk mencegah bully atau perundungan.
“Kekerasan bisa dihentikan dengan kebaikan. Jika kita semua mengambil peran, pendidikan tanpa kekerasan bukan lagi sekadar impian. Gerakan ini hanya akan berhasil jika dilakukan bersama-sama,” kata pendiri Rumah Guru BK & Widyaiswara PPSDM Kemendikdasmen RI, Ana Susanti, MPd, CEP, CHt dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) program #AyoBalasBaik di PPSDM Kemendikdasmen RI, Depok, baru-baru ini.
(ToT) program #AyoBalasBaik untuk menanggulangi maraknya kekerasan dalam dunia pendidikan, digelar oleh Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB), Rumah Guru Bimbingan dan Konseling (RGBK) serta Indonesia Student & Youth Forum (ISYF).
“Pelatihan ini bertujuan mencetak fasilitator yang akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya budaya kebaikan dan toleransi guna mencegah bullying serta kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Ketua KGSB Ardyles Faesilio.
Menurut data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), kasus kekerasan terhadap anak pada Januari hingga Februari 2024 telah mencapai 1.993. Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2023, terdapat 2.355 kasus pelanggaran perlindungan anak, dengan 861 kasus terjadi di lingkungan sekolah.
“Fakta ini menunjukkan perlunya tindakan konkret untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung,” ujar Faesilio.
ToT #AyoBalasBaik diinisiasi sebagai respons atas kondisi yang memprihatinkan tersebut. Gerakan sosial ini berupaya menghentikan kekerasan dalam pendidikan melalui aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Program ini pertama kali diperkenalkan kepada 136 peserta Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-12 yang diselenggarakan oleh ISYF pada tahun 2023 dan mendapat respons positif.
Ketua KGSB Ardyles Faesilio menyoroti terus meningkatnya angka kasus bullying atau perundungan yang semakin mengkhawatirkan. Kegiatan ini sebagai upaya bersama untuk mengambil langkah-langkah preventif yang efektif dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya mencegah dan menanggulangi bullying kepada calon fasilitator.
“Melalui ToT ini, diharapkan akan lahir 20 fasilitator baru yang siap menjadi agen perubahan dalam mengkampanyekan budaya anti-kekerasan di dunia pendidikan. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan partisipatif, #AyoBalasBaik diharapkan dapat menjadi gerakan nasional yang menginspirasi perubahan positif,” ujar Lio.
Kegiatan ToT akhir pekan lalu berlangsung selama satu hari dengan berbagai sesi pelatihan yang interaktif. Para peserta diberikan wawasan dan keterampilan fasilitasi melalui pendekatan experiential learning. Materi yang disampaikan meliputi Point of You Stop Bullying, yakni sesi brainstorming pengalaman peserta terkait bullying dan dampaknya.
Kemudian Kajian Perspektif Pendidikan Tanpa Kekerasan, berupa diskusi mendalam tentang konsep pendidikan tanpa kekerasan, tanda-tanda bullying, serta cara mengatasinya. Selanjutnya Coaching Agen #AyoBalasBaik, sebuah pelatihan fasilitasi gerakan #AyoBalasBaik, termasuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan berikutnya Simulasi dan Praktik, berupa latihan langsung sebagai fasilitator dengan evaluasi dari trainer. Terakhir Canvas Action Plan Stop Bullying, yakni penyusunan rencana aksi nyata untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV