60% Masyarakat Indonesia Berbuka Puasa dengan Takjil Tak Ramah Lambung

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 60% masyarakat Indonesia berbuka puasa dengan takjil (makanan pembuka) tak ramah lambung. Diantaranya seblak, mie instan pedas, hingga makanan Korea tteokbokki.
“Berpuasa pada dasarnya sangat baik untuk kesehatan lambung dan penderita sakit maag, apabila dijalankan dengan benar. Namun sayangnya, hampir 60% masyarakat Indonesia berbuka puasa dengan makanan yang tidak ramah lambung, seperti gorengan, bersantan, berlemak, asam, dan pedas, sehingga dapat memperberat kerja lambung,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2022—2025, dr Ulul Albab, SpOG pada acara Promag dan IDI Edukasi Serta Donasi Takjil Ramadan Ramah Lambung Senilai Rp1,5 Miliar di Depok, Jawa Barat, Senin (10/3/2025).
Berbagai makanan tak ramah lambung itu diantaranya adalah makanan kekinian, seperti seblak, mie instan pedas, hingga makanan Korea tteokbokki yang sangat digemari Gen Z. Akibat senang makan-makanan pedas tersebut, menurut riset Global Listing, insiden penyakit maag meningkat drastis dari 22% ke 36% di kategori usia 17—24 tahun, yaitu kalangan mahasiswa dan first jobber.
“Karena itu, mahasiswa yang masuk dalam kategori Generasi Z pun merupakan target utama kampanye Takjil Ramah Lambung. Ini karena sebagian besar dari mereka memiliki kebiasaan mengonsumsi jajanan zaman now yang berpotensi memicu gangguan lambung seperti sakit maag, yaitu camilan seblak, tteokbokki, mie instan pedas, dan lain-lain,” ungkap Head of Category Digestive & Skin Kalbe Consumer Health, Revi Octaria.
Padahal, menjaga kenyamanan lambung sangat penting saat berpuasa. “Pilihlah makanan rendah lemak, konsumsi makanan segar, dan hindari minuman yang mengandung soda atau kafein saat perut kosong,” jelas dr Ulul Albab.
“IDI mendukung program ini dengan memberikan rekomendasi makanan ramah lambung, seperti kurma, air kelapa, rebusan sayur, makanan manis rendah lemak, dan buah-buahan segar,” lanjut dr Ulul Albab.
Revi memaparkan, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, Kalbe Consumer Health, dan brand Promag, menggelar program #BukaJalanKebaikan di sepanjang bulan Ramadan 2025. Program ini berupa pemberian donasi takjil senilai Rp1,5 miliar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati takjil ramah lambung. Pada program ini, Promag bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk rekomendasi pemilihan bahan, serta Public Figure Chef Jarle (Masterchef Indonesia 6) untuk kreasi menu takjil.
"Kalbe berkomitmen melalui brand Promag untuk mengurangi angka penyakit maag, terutama di bulan Ramadan. Apalagi gaya hidup generasi muda (Gen Z) saat ini lebih rentan menderita sakit maag dan mereka cenderung mengabaikannya. Oleh karena itu, harus ada edukasi pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman ramah lambung, terutama saat berpuasa, agar niat baik di bulan Ramadan tetap berjalan dengan baik," ujar Revi Octaria.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV