Senin, 24 Maret 2025

Deteksi dan Mitigasi Risiko Penyakit Malaria Akan Manfaatkan Teknologi AI

Penulis : Imam Suhartadi
4 Mar 2025 | 20:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi malaria. (Foto: ANTARA/HO)
Ilustrasi malaria. (Foto: ANTARA/HO)

JAKARTA, investor.id – Di Indonesia, malaria tetap menjadi masalah kesehatan yang serius. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 94.610 kasus malaria yang dilaporkan.

Meskipun terjadi penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, beberapa provinsi masih memiliki angka kejadian yang tinggi.

Provinsi Papua, misalnya, menyumbang sekitar 90,9% dari total kasus malaria di Indonesia pada tahun tersebut.Indonesia merupakan negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk meningkatnya risiko penyakit menular akibat perubahan pola cuaca.

Advertisement

Melalui kerja sama ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menyediakan data meteorologi dan klimatologi yang dapat dimanfaatkan dengan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial atau KORIKA untuk mengembangkan model AI dalam mendukung deteksi dan mitigasi risiko kesehatan akibat perubahan iklim seperti malaria dan demam berdarah.

Deputi Infrastruktur BMKG, Dr. Ing. Michael Andreas Purwoadi, DEA. menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi AI dapat meningkatkan akurasi prediksi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi AI memungkinkan kita untuk menganalisis data cuaca secara lebih cepat dan akurat, memberikan peringatan dini bagi potensi bencana” kata Michael Andreas Purwoadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Ketua Umum KORIKA, Prof. Dr. Hammam Riza, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan solusi berbasis AI yang dapat mendukung kebijakan kesehatan berbasis data.

“AI bukan sekadar teknologi, tetapi solusi yang akan mendorong inovasi terutama dalam membangun digital twins kesehatan berbasis iklim (climate health). Sebuah aplikasi AI yang mendukung pembangunan nasional berbasis data” kata Prof. Hammam Riza.

KORIKA dan BMKG akan mengembangkan serta mengintegrasikan teknologi AI dengan data meteorologi dan klimatologi untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini (early warning) dan respons terhadap penyakit yang terkait dengan perubahan iklim untuk mendukung program ClimateSmart Indonesia yang didukung oleh dan didukung oleh IMACS, MBZUAI, RLM dan Patrick J. Mcgovern Foundation sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan gerakan peduli perubahan iklim.

Diketahui, Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan perjanjian kerja sama pada kesempatan Rapat Kerja KORIKA 2025 dengan tema, “Empowering AI Ecosystem in Indonesia”.

Rapat yang dihadiri oleh pengurus, pengawas dan nara sumber utama dari Komdigi dan BMKG, menggarisbawahi peran KORIKA sebagai motor penggerak transformasi AI di Indonesia.

AI bukan sekadar teknologi, tetapi solusi yang akan mendorong inovasi, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung pembangunan nasional berbasis data dan AI.

Untuk itulah KORIKA menjalin kerja sama dengan BMKG dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk menganalisis data meteorologi dan klimatologi dalam mendukung sistem peringatan dini dan respons terhadap penyakit menular yang dipengaruhi oleh perubahan iklim. 

Dengan didukung oleh Reaching Last Mile (RLM UAE) dan Patrick J. McGovern Foundation, riset dan inovasi Climate Smart Indonesia diluncurkan pada tahun 2023 sebagai kemitraan antara KORIKA, Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI), dan Institute for Health Modeling and Climate Solutions (IMACS).

Kemitraan ini juga diperkuat dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan, BMKG, dan KLHK. Program ini bertujuan untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan sistem peringatan dini dan respons (Early Warning and Response System – EWARS) untuk penyakit menular yang dipengaruhi oleh faktor iklim, seperti malaria dan demam berdarah.

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 46 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia