Teknologi DeepSeek Akan Picu Gelombang Inovasi AI

JAKARTA, investor.id - Hadirnya DeepSeek, sebuah model bahasa besar (LLM) berbasis open source dari Tiongkok telah mengguncang dunia.
Dengan besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia, mencapai 185,3 juta pengguna atau 66,5 persen dari populasi, Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk memaksimalkan teknologi seperti DeepSeek.
Mengomentari kehadiran DeepSeek, Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera, mengatakan keberadaan DeepSeek diperkirakan akan mendorong pengembangan AI di Indonesia. DeepSeek, yang berbasis open source adalah contoh bagi industri teknologi lokal bahwa modal kecil tidak menjadi hambatan untuk pengembangan teknologi.
“Model seperti DeepSeek berpotensi memicu gelombang terobosan AI berikutnya, namun kekuatan sesungguhnya ada pada satu elemen penting, yaitu data,” kata Sherlie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).
Tanpa data tepercaya dan akurat, bahkan algoritma yang paling canggih sekalipun akan gagal. Sama seperti fondasi kuat yang menopang sebuah bangunan, data yang andal memungkinkan model AI menghasilkan prediksi yang diandalkan dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas.
Tanpa data yang andal atau tepercaya, model AI, tak peduli seberapa efisien penggunaan energinya, akan ambruk seperti rumah yang rapuh, dan tidak akan memberikan manfaat yang baik bagi bisnis.
Sherlie menilai model open source yang inovatif dari DeepSeek menawarkan kebebasan luar biasa bagi para pengembang untuk berkolaborasi dan berinovasi, mendorong kemajuan yang pesat.
Di Indonesia,kata dia, pengembangan AI telah dilakukan di berbagai sektor seperti logistik, sumber daya manusia, pendidikan dan keamanan siber.
Meeting.ai, yang dikembangkan oleh startup lokal, bahkan telah mengintegrasikan teknologi open source DeepSeek untuk meningkatkan kualitas transkripsi mereka dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Di Cloudera, kami yakin bahwa masa depan AI terletak pada Private AI dan Open AI, di mana perusahaan bisa membangun, menjalankan, dan mengembangkan AI secara aman di lingkungan mereka sendiri, mempertahankan kendali penuh terhadap data mereka,” kata Sherlie.
Baca Juga:
Teknologi AI Bisa Dimanfaatkan untuk Deteksi dan Pengobatan Stunting hingga Tuberkulosis yang TepatKeterbukaan AI (Openness in AI) - melalui format data terbuka dan interoperable framework - memastikan fleksibilitas dan mencegah keterikatan pada satu vendor (vendor lock-in).
“Hal ini sejalan dengan akar open-source kami sendiri, dan kami mengetahui langsung value luar biasa dari open source, open standard, dan open market, sebagai katalisator untuk inovasi industri,” imbuh Sherlie lagi.
Lebih lanjut Sherlie mengatakan bahwa satu teknik pelatihan AI tidak bisa diterapkan untuk semua orang. Baik itu pelatihan dari awal, seperti yang dilakukan DeepSeek untuk mendorong inovasi, atau menyempurnakan model yang sudah ada untuk penerapan yang lebih cepat, pilihannya tergantung pada kebutuhan organisasi.
Reinforcement learning (RL) dan penyempurnaan (fine tuning) memainkan peranan yang saling melengkapi. Keseimbangan yang baik di antara keduanya adalah momen-momen di mana keajaiban terjadi. RL akan ‘tumbuh subur’ di lingkungan yang dinamis dan terus berkembang, sementara penyempurnaan (fine tuning) unggul dalam tugas-tugas yang tepat seperti mengikuti instruksi.
Pelatihan dari awal menghasilkan terobosan yang luar biasa, sementara distilling dan fine-tuning menawarkan agility dan efisiensi untuk penggunaan yang telah terdefinisikan dengan baik.
Setiap pendekatan memiliki kelebihannya sendiri, dan memilih strategi yang tepat adalah kunci untuk menyeimbangkan inovasi dengan penerapan yang praktis dan scalable.
Strategi AI Cloudera bertujuan untuk memahami tuntutan organisasi yang beragam melalui platform hybrid dan multi-cloud yang sesungguhnya, sehingga perusahaan dapat membangun dan menerapkan beban AI dengan lancar di lingkungan on-prem (lokal), private cloud, dan public cloud.
Dengan mendukung format data terbuka seperti Apache Iceberg, Cloudera menghindari vendor lock-in, memberdayakan bisnis untuk memanfaatkan AI di mana pun data mereka berada sekaligus memastikan keamanan dan skalabilitas kelas enterprise.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV