Senin, 24 Maret 2025

Penyakit Jantung Juga Menjadi Penyebab Kematian Utama Perempuan

Penulis : Mardiana Makmun
11 Feb 2025 | 15:49 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono bersama perempuan Indonesia
Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono bersama perempuan Indonesia

JAKARTA, investor.id – Penyakit jantung sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang lebih banyak menyerang laki-laki, namun faktanya, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada perempuan.

Menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung dan kardiovaskular bertanggung jawab atas lebih dari sepertiga kematian perempuan secara global. Di Indonesia prevalensi penyakit jantung pada perempuan terus meningkat, dipicu oleh faktor risiko seperti pola hidup tidak sehat, stres, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

“Perempuan sering kali mengabaikan kesehatan jantung mereka karena mereka cenderung fokus pada tanggung jawab keluarga dan pekerjaan, sehingga kesehatan diri sendiri terabaikan. Padahal perempuan dikaruniai hormon estrogen yang memainkan peran penting dalam kesehatan perempuan, termasuk dalam menjaga kesehatan jantung,” ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono.

Advertisement

Karena itu, dalam rangka kampanye Go Red For Women (GRFW) yang diperingati setiap bulan Februari, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatan jantung mereka.

Go Red For Women (GRFW) adalah kampanye global yang diinisiasi oleh American Heart Association (AHA) untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit jantung dan kardiovaskular sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Berkolaborasi dengan World Heart Federation (Federasi Jantung Dunia), kini kampanye ini sudah berkembang di 51 negara di dunia termasuk di Indonesia melalui eksistensi YJI.

GRFW diperingati dengan mengenakan simbol berwarna merah sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye ini. Sasaran dari kampanye ini adalah untuk menggugah kesadaran dan kewaspadaan kaum perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari risiko penyakit jantung dan kardiovaskular.

“Estrogen adalah hormon utama yang diproduksi oleh ovarium dan memiliki efek protektif pada sistem kardiovaskular seperti melindungi pembuluh darah, menjaga kadar kolesterol, anti inflamasi membantu melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan dan peradangan, serta mengatur metabolisme. Namun, seiring bertambahnya usia dan memasuki masa menopause, kadar estrogen menurun, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk itu sebaiknya dilakukan pencegahan sedini mungkin seperti melakukan pola makan yang sehat, olahraga teratur, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan cek kesehatan”, ujar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah,  dr Adelin Dhivi Kemalasari, SpJP.

Perempuan perlu memperhatikan kesehatan jantung mereka karena beberapa hal berikut ini:

1.Gejala yang sering tidak terdeteksi

Gejala penyakit jantung pada perempuan sering kali berbeda dari laki-laki dan cenderung lebih samar seperti kelelahan, sesak nafas, atau nyeri di bagian tubuh tertentu. Hal ini yang menyebabkan banyak kasus terlambat terdiagnosis.

2.Pengaruh hormonal

Perubahan hormon selama masa menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat memengaruhi kesehatan jantung perempuan.

3.Gaya hidup modern

Kebiasaan seperti merokok, konsumsi makanan tinggi lemak, dan kurangnya olahraga semakin meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dalam pelaksanaan kampanye Go Red For Women tahun ini, Yayasan Jantung Indonesia mengadakan seminar yang ditujukan untuk perempuan dengan bahasan mengenai pentingnya kesehatan jantung pada perempuan, selain itu peserta seminar juga mendapatkan pemeriksaan awal kardiovaskular gratis yang meliputi tes gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan USG jantung. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Pintar Cikeas pada 7 Februari 2025.

“Di kampanye Go Red For Women tahun ini, kami mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung mereka dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini. Dengan langkah preventif, kita dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kardiovaskular serta meningkatkan kualitas hidup. Mari kita semua menggunakan atribut berwarna merah selama bulan Februari ini. Bisa berupa pakaian, aksesoris, atau bahkan aksesori kecil seperti dasi, syal, atau kalung. Warna merah menjadi simbol dukungan dan pengingat bahwa kesehatan jantung adalah prioritas. Mari bersama-sama menyebarkan kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung dan kardiovaskular pada perempuan,” tutup Annisa.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 4 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 25 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 54 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia