Senin, 24 Maret 2025

Tentara Sudan Kembali Duduki Istana Presiden

Penulis : Grace El Dora
21 Mar 2025 | 20:50 WIB
BAGIKAN
Arsip foto yang disediakan Dewan Kedaulatan Transisi Sudan ini menunjukkan seorang perwira Sudan (kanan) menyambut Panglima Umum Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) Abdel Fattah Al-Burhan (kedua kiri) setibanya di Kota Omdurman, sebelah barat laut ibu kota Sudan, Khartoum, Selasa (12/3/ 2024). (Foto: ANTARA/Xinhua/am)
Arsip foto yang disediakan Dewan Kedaulatan Transisi Sudan ini menunjukkan seorang perwira Sudan (kanan) menyambut Panglima Umum Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) Abdel Fattah Al-Burhan (kedua kiri) setibanya di Kota Omdurman, sebelah barat laut ibu kota Sudan, Khartoum, Selasa (12/3/ 2024). (Foto: ANTARA/Xinhua/am)

KHARTOUM, investor.id – Tentara Sudan kembali menduduki istana presiden. Pihaknya telah telah merebut kembali kendali atas istana kepresidenan di ibu kota Khartoum untuk pertama kalinya, sejak perang dengan Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/ RSF) dimulai hampir dua tahun lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang sumber militer kepada Anadolu pada Jumat (21/3/2025), menurut sumber Anadolu yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.

Sumber itu menyatakan pasukan tentara berhasil merebut kendali penuh atas istana setelah mengusir para pejuang dari kelompok paramiliter RSF.

Advertisement

Tentara Sudan membagikan rekaman di media sosial yang menunjukkan momen saat mereka memasuki istana setelah pertempuran sengit selama beberapa hari dengan RSF. Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pimpinan militer Sudan atau RSF terkait pengambilalihan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah yang dikuasai RSF telah menyusut dengan cepat dan kini berada di bawah kendali tentara Sudan di berbagai negara bagian, termasuk Khartoum, Al-Jazira, Nil Putih, Kordofan Utara, Sennar, dan Nil Biru.

Tentara dan RSF telah berperang sejak pertengahan April 2023 yang menewaskan lebih dari 20.000 dan 14 juta orang mengungsi, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan otoritas lokal.

Namun, penelitian dari sejumlah universitas di Amerika Serikat (AS) memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya sekitar 130.000 orang.

Seruan dari komunitas internasional dan PBB untuk mengakhiri perang semakin meningkat dengan peringatan akan terjadinya bencana kemanusiaan karena jutaan orang menghadapi kelaparan dan kematian akibat kekurangan pangan. Konflik telah menyebar ke 13 dari 18 negara bagian di Sudan.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 35 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 59 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia