Senin, 24 Maret 2025

Angka Pernikahan Korsel Melonjak Jadi Harapan Negara yang Menua

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 20:03 WIB
BAGIKAN
Angka pernikahan di Korea Selatan (Korsel) melonjak, jadi harapan negara yang menua. (Foto: Bloomberg)
Angka pernikahan di Korea Selatan (Korsel) melonjak, jadi harapan negara yang menua. (Foto: Bloomberg)

SEOUL, investor.id – Angka pernikahan di Korea Selatan (Korsel) melonjak, jadi harapan negara yang menua. Angka pernikahan negara tersebut sebelumnya sempat merosot, namun kini berbalik meningkat hingga kecepatan paling tinggi yang pernah tercatat.

Statistik terbaru ini dianggap sebagai tanda harapan bagi negara yang telah meningkatkan upaya untuk meningkatkan angka kelahiran terendah di dunia, di balik pesimisme ekonomi yang meningkat.

Lebih dari 222.000 pasangan menikah pada 2024 dengan kenaikan 14,8% dari tahun sebelumnya. Ini menandai percepatan dari kenaikan 1% tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis Kamis (20/3/2025) dari kantor statistik nasional negara tersebut. Itu adalah peningkatan data terbesar sejak 1990.

Advertisement
Angka Pernikahan Korsel Melonjak Jadi Harapan Negara yang Menua
Semakin banyak warga Korea Selatan yang mulai menikah, meningkatkan harapan untuk menaikkan angka kelahiran. (Foto: Bloomberg)

Angka tersebut muncul sebulan setelah Korsel melaporkan angka kelahirannya naik untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun pada 2024. Peningkatan angka kelahiran dan pernikahan mungkin disebabkan oleh orang-orang yang lahir pada awal 1990-an, periode ketika negara tersebut mengalami peningkatan jumlah kelahiran, dan oleh pasangan yang menunda pernikahan selama pandemi, lapor Bloomberg, Kamis.

Pengeluaran pemerintah selama bertahun-tahun untuk mendorong lebih banyak orang menikah mungkin juga berkontribusi. Skema pendukung mencakup kompensasi yang lebih besar untuk cuti orang tua dan pengurangan suku bunga hipotek untuk keluarga yang memiliki bayi baru lahir.

Otoritas Seoul, ibu kota negara, mengajukan rencana untuk menawarkan dukungan finansial bagi penduduk yang ingin membatalkan vasektomi atau tubektomi.

Kekurangan bayi merupakan penyebab utama penuaan di Korsel, yang menimbulkan kekhawatiran tentang beban fiskal yang semakin besar dari pensiun publik dan perawatan kesehatan.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia