Thailand Melonggarkan Larangan Penjualan Alkohol di Sore Hari

BANGKOK, investor.id – Pemerintah Thailand akan melonggarkan pembatasan penjualan dan iklan alkohol di sore hari, yang sudah diterapkan selama 53 tahun. Langkah ini meningkatkan upaya untuk meliberalisasi pasar minuman yang dianggap akan memacu pariwisata dan mendukung pabrik bir kecil di negara tersebut.
Anggota DPR Thailand yang beranggotakan 500 orang memberikan suara pada Rabu (19/3/2025) untuk meloloskan rancangan undang-undang pengendalian alkohol yang diamandemen. Rancangan undang-undang (RUU) tersebut masih memerlukan persetujuan Senat, lapor Bloomberg, Kamis (20/3/2025).
Perubahan tersebut akan mencabut perintah pemerintah militer pada 1972 yang melarang penjualan alkohol kapan saja sebelum pukul 11.00 pagi dan sekali lagi antara pukul 02.00 hingga 05.00 sore.
Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut juga melunakkan aturan tentang periklanan untuk memungkinkan promosi minuman beralkohol.
Undang-undang tersebut saat ini melarang tampilan nama atau merek dagang minuman beralkohol, atau penggunaan gambar produk tersebut untuk tujuan promosi, sehingga menyulitkan usaha kecil mendapatkan visibilitas yang lebih besar.
Amandemen tersebut ditujukan untuk melonggarkan kendali yang tidak masuk akal guna merangsang aktivitas ekonomi, kata wakil kepala komite DPR sekaligus anggota parlemen Chanin Rungtanakiat yang bertugas mengarahkan RUU tersebut.
Aturan yang lebih longgar muncul di tengah pelonggaran kendali atas pasar minuman keras Thailand, yang telah lama terkunci dalam duopoli yang dipegang oleh Thai Beverage Pcl dan Boon Rawd Brewery Co yang terdaftar di Singapura.
Pada awal 2025, anggota parlemen juga mengesahkan RUU untuk mempromosikan produksi minuman keras oleh pabrik bir mikro dan penyulingan kecil.
Baca Juga:
Zamasta Ekspor Benih Jagung ke ThailandThailand adalah tujuan wisata utama dan mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tariknya. Negara ini adalah satu-satunya negara di Asia yang melegalkan ganja, juga berencana untuk melegalkan kasino.
Pemerintah akan meninjau sejumlah pembatasan alkohol yang dapat menimbulkan masalah bagi pariwisata, kata Perdana Menteri (PM) Thailand Paetongtarn Shinawatra pada Februari 2025. Ini termasuk larangan penjualan minuman beralkohol pada hari-hari suci Buddha dan melalui saluran daring.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV