Senin, 24 Maret 2025

Mata Uang Pasar Berkembang Tampak Melemah Setelah Pernyataan The Fed

Penulis : Grace El Dora
20 Mar 2025 | 19:33 WIB
BAGIKAN
Uang kertas lira Turki. (Foto: Bloomberg)
Uang kertas lira Turki. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Indeks mata uang pasar berkembang tampak melemah setelah The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu menunjukkan kekhawatiran atas prospek ekonomi AS dan ketidakpastian kebijakan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (Kamis pagi WIB) memberikan suara untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal (FFR) dalam kisaran 4,25%-4,5%, sesuai dengan ekspektasi investor seperti dikutip Bloomberg, Kamis (20/3/2025).

Namun ketidakpastian telah meningkat tentang sisa tahun ini. Para trader memperkirakan sekitar dua penurunan suku bunga seperempat poin atau 25 basis poin (bps) pada akhir 2025 untuk penutupan Selasa (18/3/2025), turun dari sekitar tiga minggu lalu.

Advertisement

Dalam pidato pasca keputusan tersebut, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan tarif AS dapat menunda kemajuan inflasi sementara risiko resesi telah naik meski tidak naik tinggi. Keputusan The Fed, ditambah pandangannya tentang prospek ekonomi AS, mendorong dolar AS untuk memangkas kenaikan sebelumnya.

Saham yang dilacak oleh MSCI EM Emerging Markets Index juga membukukan kerugian pada hari itu, mengakhiri tiga hari kemenangan beruntun.

Sentimen risiko seharusnya sedikit didukung oleh perlambatan Pengetatan Kuantitatif (QT), ucap Ning Sun selaku ahli strategi pasar berkembang senior di State Street Global Markets. Adapun QT adalah jenis pengetatan kebijakan moneter yang digunakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.

“Tetapi pada akhirnya jika data konkret menunjukkan pertumbuhan akan melemah di AS, itu seharusnya tidak positif untuk pasar berkembang. Revisi pertumbuhan The Fed menjadi 1,7 cukup substansial hari ini," imbuhnya.

Mata uang dengan kinerja terburuk di pasar berkembang adalah lira Turki dan peso Kolombia, keduanya dilanda berita utama domestik yang negatif.

Di Turki, pihak berwenang menahan saingan paling terkemuka Presiden Recep Tayyip Erdogan, yaitu Ekrem Imamoglu, yang menyebabkan lira anjlok lebih dari 12% terhadap dolar sebelum memangkas kerugian.

Penangkapan Wali Kota Istanbul Imamoglu juga memicu penurunan indeks saham utama Turki di Istanbul dan membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah melonjak. "Ini sedikit mengejutkan sistem, trennya, setidaknya baru-baru ini, mengarah ke stabilitas yang lebih baik, baik secara ekonomi maupun politik," ujar kepala penelitian makro di Monex Europe Ltd Nick Rees.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 17 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 38 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 2 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia