Senin, 24 Maret 2025

Pejabat The Fed Beri Petunjuk Suku Bunga di Tengah Risiko Inflasi AS

Penulis : Grace El Dora
10 Mar 2025 | 23:47 WIB
BAGIKAN
Pejabat The Federal Reserve (The Fed) Adriana Kugler di Washington, Amerika Serikat pada 21 Juni 2023. (Foto: REUTERS/ Jonathan Ernst)
Pejabat The Federal Reserve (The Fed) Adriana Kugler di Washington, Amerika Serikat pada 21 Juni 2023. (Foto: REUTERS/ Jonathan Ernst)

WASHINGTON, investor.id – Pejabat The Federal Reserve (The Fed) Adriana Kugler memberi petunjuk suku bunga di tengah risiko inflasi Amerika Serikat (AS). Ia memperingatkan inflasi AS dapat menjadi hal yang sulit sementara harga mungkin akan naik lagi, yang mengisyaratkan bank sentral AS harus mempertahankan suku bunga tetap untuk sementara waktu.

“Saya sebenarnya cukup khawatir dengan beberapa persistensi inflasi yang telah kita lihat,” katanya seperti dikutip CNBC internasional, Senin (10/3/2025).

Dia menunjuk pada percepatan ekspektasi inflasi baru-baru ini, yang katanya dia perhatikan dengan saksama dampaknya terhadap cara bisnis menetapkan harga dan cara pekerja menegosiasikan upah. Hal ini pada gilirannya berarti mereka dapat memberi dampak balik terhadap inflasi.

Advertisement

Beberapa titik data terkini mengindikasikan kekhawatiran dari konsumen tentang kenaikan harga, dengan Indeks Kepercayaan Konsumen terbaru dari Conference Board menunjukkan ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak menjadi 6% pada Februari 2025, naik dari 5,2% pada bulan sebelumnya.

“Saya adalah salah satu dari mereka yang sangat mendukung kebijakan apa pun yang benar-benar menjaga ekspektasi inflasi tetap terjaga. Dan saya pikir itu penting, dan itu telah membantu kita dengan baik,” kata Kugler.

Ke depannya, Kugler dari The Fed mengindikasikan harga juga dapat naik lagi.

“Saya pikir Anda tahu ada alasan untuk percaya, secara potensial, bahwa mungkin ada kenaikan harga dan inflasi yang lebih persisten,” tuturnya. Kugler menambahkan, harga yang lebih tinggi dapat berasal dari beberapa kebijakan yang mungkin sedang dipertimbangkan dan beberapa yang telah diberlakukan.

Kebijakan semacam itu juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi, kata dia.

"Kita mungkin perlu memperhitungkan beberapa persistensi yang saya sebutkan, karena kategori harga yang berbeda, karena ekspektasi inflasi, dan mungkin karena beberapa kebijakan baru yang akan kita terapkan," jelas Kugler.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Saham Murah, Dividennya Bisa Belasan Triliun

Saham BNI (BBNI) lagi diskon besar. BBNI akan mengetok dividen Rabu.
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 38 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 59 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia