The Fed Masih Tunggu Kebijakan Trump Sebelum Gerakkan Suku Bunga AS

NEW YORK, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) masih menunggu kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum menggerakkan suku bunga AS. Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral dapat menunggu untuk melihat bagaimana tindakan kebijakan agresif Trump.
Dengan pasar yang gelisah atas usulan Trump terkait tarif dan masalah lainnya, Powell mengulangi pernyataan yang telah ia dan rekan-rekannya sampaikan baru-baru ini. The Fed sudah berulang kali mengungkapkan soal kesabaran pada kebijakan moneter, di tengah tingginya tingkat ketidakpastian.
"(Gedung Putih) sedang dalam proses menerapkan perubahan kebijakan yang signifikan dalam empat bidang berbeda (yaitu) perdagangan, imigrasi, kebijakan fiskal, dan regulasi. Dampak bersih dari perubahan kebijakan inilah yang akan penting bagi perekonomian dan jalur kebijakan moneter," ucapnya dalam pidato di Forum Kebijakan Moneter AS seperti dikutip Associated Press, Senin (10/3/2025).
Powell memperhatikan ketidakpastian seputar perubahan dan kemungkinan dampaknya tetap tinggi. Ia mengungkapkan, The Fed kini berfokus pada pemisahan sinyal dari gangguan seiring dengan perkembangan prospek. Kami tidak perlu terburu-buru dan berada dalam posisi yang baik untuk menunggu kejelasan yang lebih baik.
Komentar tersebut setidaknya tampak agak bertentangan dengan ekspektasi pasar yang berkembang terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini.
Karena pasar telah bergejolak oleh perubahan posisi Trump dalam agendanya, khususnya rencana tarifnya, para trader telah memperkirakan pengurangan suku bunga setara dengan tiga perempat poin persentase 75 basis poin (bps) pada akhir tahun. Pemangkasan suku bunga AS ini diperkirakan dimulai pada Juni 2025, menurut pengukur FedWatch CME Group.
Namun, komentar Jerome Powell menunjukkan The Fed akan berada dalam mode wait and see sebelum memetakan pelonggaran kebijakan lebih lanjut.
"Kebijakan tidak berada pada jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. Sikap kebijakan kami saat ini berada pada posisi yang baik untuk menghadapi risiko dan ketidakpastian yang kami hadapi dalam mengejar kedua sisi mandat ganda kami," kata dia.
Forum kebijakan disponsori oleh Clark Center for Global Markets dari Booth School University of Chicago dan mengundang sejumlah pejabat The Fed. Sebagian besar regulator bank sentral AS akhir-akhir ini memperkirakan ekonomi AS akan bertahan dan inflasi akan turun kembali ke target Fed sebesar 2%, dengan iklim suku bunga masih belum jelas karena kebijakan Trump.
Dalam penilaiannya, Powell juga berbicara sebagian besar positif tentang lingkungan makro. Menurutnya AS berada dalam posisi yang baik dengan pasar tenaga kerja yang solid dan inflasi kembali ke target.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV